Jalur Utama Cianjur Kembali Normal, Warga Diminta Tetap Waspada

Antara
10/4/2016 18:00
Jalur Utama Cianjur Kembali Normal, Warga Diminta Tetap Waspada
(ANTARA/Jafkhairi)

TIM gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD dengan dibantu alat berat akhirnya dapat menyingkirkan material longsor yang menutup sebagian besar landasan jalan utama yang menghubungkan tiga kecamatan di Cianjur Selatan, Jawa Barat, hingga bisa berfungsi normal kembali.

Kepala BPBD Cianjur, Asep Suparman, saat dihubungi di Cianjur, Minggu (10/4), mengatakan, saat ini jalur utama antarkecamatan tersebut telah dibersihkan dan dapat dilalui secara normal.

Longsor yang terjadi telah menutup jalan, tepatnya di Kecamatan Kadupandak yang menghubungkan Kecamatan Sukanagara dan Cijati, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

Bahkan, Kepala BPBD juga mengatakan pihaknya bersama dinas terkait di Pemkab Cianjur, telah membersihkan sisa material yang dikhawatirkan akan kembali menutup landasan jalan. "Saat ini seluruh material longsor telah disingkirkan, bahkan kami tengah mengupayakan membuat tembok penahan agar longsor susulan tidak menutup jalan," kata Asep.

Namun, pihaknya mengimbau warga sekitar khususnya pengguna jalan untuk tetap ekstra waspada saat melintas di lokasi longsor tepatnya di Kampung Sukasari, Desa Sukasari, Kecamatan Kadupandak, terutama ketika hujan turun deras karena sisa material longsor masih menempel di dinding Bukit Bahurarang.

Sementara Asper bagian wilayah Sukanagara Selatan, A Enjang, mengatakan, setelah terjadi longsor di daerah tersebut, pihaknya bersama pihak terkait telah berupaya menyingkirkan material longsoran tanah dari badan jalan dan membuat tembok penahan tanah sementara di tebing yang longsor.

Ia menjelaskan longsor yang terjadi di tanah tebing hutan milik Perhutani di petak 47 yang berfungsi sebagai kawasan hutan sementara Bahurarang itu, murni karena faktor alam. Pasalnya, di sekitar lokasi terdapat banyak pohon tegakan.

"Tidak benar kalau longsor terjadi karena tidak adanya pohon peyangga di bagian atas tebing karena di sekitar lokasi padat sekali pohon tegakan. Kami menduga akibat gempa beberapa waktu lalu, di bagian tengah tebing terjadi pergeseran sehingga berakibat longsor," katanya. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya