Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGEMBANGAN kasus kepemilikan 3,4 kilogram sabu oleh anggota Propam Polres Sidrap, Sulawesi Selatan, Brigadir Supardi terus dilakukan. Yang mengejutkan, ditemukan fakta ada polisi lain yang ikut terlibat.
Kabid Humas Polda Sulsel Komisaris Besar Frans Barung Mangera, Sabtu (9/4) menjelaskan dari pengembangan kasus tersebut diketahui enam orang lainnya, yang diketahui posisinya lebih tinggi dari Supardi dalam penyalahgunaan narkoba sabu tersebut.
"Hanya saja, yang berhasil ditangkap lima orang, karena seorang lainnya yang juga anggota Polres Mamasa, Brigadir Edy Chandra berhasil melarikan dari dan membawa kabur barang bukti sabu sebanyak 1 kilogram, sehingga yang bersangkutan masuk daftar pencarian orang (DPO)," jelas Frans Barung.
Adapun lima yang berhasil ditangkap yang disebut sebagai anggota sidikat peredaran narkoba bersama Brigadir Supardi, yaitu Edi Bin Abdul Rahman alias Wilo, 35, Warga Biranti Kabupaten Sidrap, Suparman, 32, petani asal Kulo, Sidrap. Ikban, 25, warga Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Abdurrahman Ashari alias Ari, 36, petani yang juga asal Baranti Sidrap serta Tri Sutriani Putri, 20, mahasiswa Universitas Muslim Indonesia Makassar asal Pinrang, yang merupakan pacar Wilo.
"Ini sindikat besar pengedar narkoba, makanya harus segera ditangkap. Kalau ada yang bisa menangkap polisi yang kabur tersebut, saya akan memberi hadiah. Dengan catatan jangan dihakimi," lanjut Frans Barung.
Sebelumnya, Supardi ditangkap saat mengikuti pendidikan kejuruan Propam di Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua Makassar. Ia diamankan dalam kasus dugaan kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu seberat 3,4 kilogram yang ditemukan di rumah mertuanya di Kampung Amani, Kecamatan Paleteang, Pinrang, Kamis (7/4).
Sementara itu, Kasdam VII/Wirabuana Brigadir Supartodi mengaku pihaknya masih terus mengembangkan kasus yang menjerat Dandim 1408/BS Makassar Kolonel Jefri Oktavianus Rotty dan Kapusdapul Kodam VII/Wirabuana Lekol Budi Imam Santoso. "Kami belum bisa menguraikan lebih jauh, karena masih terus dikembangkan untuk mencari jaringannya," tegas Supartodi.
BNN Provinsi Sulsel sendiri pun mengaku jika pihaknya baru mengirim barang bukti yang berupa cairan yang ditemukan di lokasi penggerebekan Dandim dan enanm temannya ke Jakarta, Jumat (9/3). (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved