Dua Pamen TNI Tertangkap Pesta Narkoba di Makassar

Lina Herlina
06/4/2016 19:15
Dua Pamen TNI Tertangkap Pesta Narkoba di Makassar
(Ilustrasi)

DI saat semua pihak gencar memerangi narkoba, dua perwira menengah TNI berpangkat kolonel dan letnan kolonel malah tertangkap saat sedang berpesta sabu di sebuah hotel bintang dua di bilangan Jalan Pelita Raya Makassar, Rabu (6/4), pukul 15.00 Wita.

Kedua pamen TNI itu ialah Komandan Kodim (Dandim) 1408/BS Makassar Kolonel Inf Jeffri Oktavian Rotti dan Letkol BIS yang juga masih bertugas di jajaran Kodam VII Wirabuana Makassar.

Kasdam VII/Wirabuana Brigjen Supartodi mengaku dirinya sendiri yang melakukan penggerebekan setelah mendapat laporan dari warga mengenai adanya anggota TNI yang berpesta narkoba di tempat tersebut.

Sementara itu, Panglima Kodam VII/Wirabuana Mayjen Agus Surya Bhakti membenarkan penangkapan dua anggota TNI, termasuk salah satunya Dandim. "Ini dalam rangka pembersihan TNI dari narkoba. Panglima TNI memerintahkan seluruh jajaran TNI untuk membersihkan satuannya masing masing dari narkoba," jelasnya.

Atas perintah tersebut, pihak Kodam VII/ Wirabuana telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah masuknya narkoba ke jajarannya. Kini, dua pamen TNI tersebut sedang diperiksa secara intensif di Pomdam VII/Wirabuana.

Adapun lima warga sipil yang turut dalam pesta narkoba itu sedang diperiksa di Polda Sulsel. Aparat kepolisian dari Direktorat Narkoba Polda Sulselbar juga melakukan rekonstruksi penangkapan dua oknum TNI dan lima warga sipil di Hotel D'Maleo, Rabu (6/4), pada pukul 15.00-15.55 Wita.

Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Frans Barung Mangera, mengatakan rekonstruksi dipimpin oleh Kasubbid III Direktorat Narkoba Polda Sulselbar AKBP Edy Tarigan. Untuk lima warga sipil yang ditangkap bersama dua oknum TNI, ditangani oleh Ditresnarkoba Polda Sulselbar.

"Untuk lima warga sipil tersebut, hasil labfor menyatakan empat positif narkoba dan satunya negatif," ungkapnya.

Identitas kelima warga sipil tersebut belum diketahui pasti. Namun, Frans menyebutkan lima orang tersebut terdiri atas tiga pria dan dua wanita yang di antaranya sepasang suami istri yang juga dinyatakan positif narkoba.

Lokasi tempat penangkapan dua anggota TNI dan lima warga sipil tersebut bukan yang pertama kalinya dilakukan penggerebekan penyalahgunaan narkoba. Karena sebelumnya mantan Wakil Rektor III Universitas Hasanuddin Prof Musakkir juga tertangkap di tempat yang sama saat sedang pesta sabu pada November 2014 lalu.

Hanya saja, Musakkir tertangkap di dalam sebuah kamar. Sedangkan anggota TNI dan lima warga sipil tertangkap di tangga turun dari tempat karaoke di hotel tersebut. (LN/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya