Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA kapal nelayan berbendera Malaysia, yakni KM NAGAMAS TW 18888/6/F dan KM TW 128/6/F TELUK COWIE ditenggelamkan dengan cara diledakkan oleh Kepolisian Perairan (Polair) Tarakan di perairan Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Rabu (6/4).
Dua kapal itu diputus bersalah karena mengambil ikan di perairan Karang Unarang, Kabupaten Nunukan, Kaltara.
Sebelum dua kapal itu diledakkan bersama 23 kapal asing lainnya di 7 lokasi wilayah Indonesia yakni di Batam, Riau, Aceh, Belawan, Pontianak, dan Kepulauan Riau, Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Susi Pudjiastuti melalui video conference memimpin peledakan secara serentak. Termasuk peledakan kapal Malaysia di Tarakan yang dipimpin Kapolda Kaltim-Kaltara, Inspektur Jenderal Polisi Safarudin di Markas Polairud Juwata Laut, Kota Tarakan.
"Peledakan dan penenggelaman kapal asing berbendera Malaysia ini, hasil akhir dari putusan secara hukum terhadap kapal asing yang melanggar teritori dan ini sudah menjadi komitmen penegak hukum bersama pemerintah untuk menindak tegas terhadap kapal asing yang langgar teritorial," ungkap Kapolda kepada Media Indonesia di Tarakan, Rabu.
Kapolda menjelaskan, kegiatan peledakan dua kapal Malaysia di wilayah perairan Kaltara itu tidak akan mengganggu hubungan diplomatik Indonesia dengan negara tetangga Malaysia. Sebab, pihak pemerintah Indonesia telah memberikan peringatan terhadap aktivitas ilegal di perairan Indonesia di wilayah Kaltim-Kaltara.
"Para awak kapal telah ditahan dan akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku dan ditindaklanjuti oleh pihak kejaksaan. Kita berharap ini jadi efek jera, jangan hanya kapalnya, tapi juga pencurian ikan ke depannya tidak ada lagi di Indonesia," jelasnya.
Ia menegaskan, peledakan kapal itu bukan kali pertama dilakukan. Untuk itu, ia meminta Polair bersama jajaran terkait di perairan terus mengamankan perairan khususnya di wilayah perbatasan. "Kegiatan peledakan dua kapal di Kaltara merupakan bagian dari peledakan kapal asing yang sebelumnya tertangkap tangan oleh pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Peledakan kali ini dipimpin Menteri Susi Pudjiastuti untuk menghancurkan 23 kapal di tujuh lokasi berbeda," pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan, pemusnahan atas 13 kapal Vietnam dan 10 kapal Malaysia dilakukan di 7 tempat berbeda. Rincian kapal yang ditenggelamkan di antaranya empat kapal Malaysia dan satu kapal Vietnam (lima kapal) ditenggelamkan di Batam. Adapun dua kapal asal Malaysia diledakkan di Tarempa, Riau, dan tiga kapal Malaysia dihancurkan di Langsa, Aceh, dua kapal Malaysia diledakkan di Tarakan, satu kapal Malaysia di Belawan, Sumatra Utara, dua kapal Vietnam ditenggelamkan di Pontianak, Kalimantarn Barat, dan delapan kapal Vietnam diledakkan di Ranai, Kepulauan Riau.
Penenggelaman kapal dilakukan mengacu pada Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dijelaskan bahwa alat atau benda yang digunakan dalam tindak pidana perikanan dapat dirampas untuk negara dan dimusnahkan setelah mendapatkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Dengan ditenggelamkannya 23 kapal tersebut, total sudah 174 kapal asing yang dihancurkan Kementerian Kelautan dan Perikanan sepanjang 2016 terkait pencurian ikan di perairan Indonesia.(VR/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved