22 Tewas Akibat Serangan DBD di Kalsel

Denny Susanto
06/4/2016 17:30
22 Tewas Akibat Serangan DBD di Kalsel
(MI/MOHAMAD IRFAN)

KASUS serangan demam berdarah dengue (DBD) di Kalimantan Selatan terus bertambah dan telah merenggut korban jiwa sebanyak 22 orang. Hingga kini, jumlah kasus DBD yang terjadi di 13 kabupaten/kota mencapai 3.359 kasus atau bertambah 1.350 kasus dari bulan sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Rusdiansyah, Rabu (6/4), mengatakan serangan penyakit DBD sepanjang 2016 ini sudah mendekati jumlah kasus DBD sepanjang 2015. "Beberapa langkah penanganan DBD telah kita lakukan. Memang terjadi peningkatan tajam kasus serangan DBD di Kalsel," ungkapnya.

Beberapa langkah yang dilakukan Dinas Kesehatan Kalsel untuk menekan terus meningkatnya kasus serangan DBD ini, antara lain melalui kegiatan fogging, penyebaran obat nyamuk abate, dan melatih juru pemantau jentik (jumantik).

Adapun upaya lainnya ialah menginstruksikan seluruh rumah sakit dan puskesmas untuk memberikan pelayanan maksimal bagi pasien penyakit demam berdarah. Tercatat hingga awal April 2016, jumlah kasus serangan DBD yang terjadi mencapai 3.359 kasus, dengan jumlah korban tewas bertambah menjadi 22 orang.

Jumlah penderita serangan DBD ini naik tajam sebesar 1.350 kasus jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Daerah terbanyak serangan DBD meliputi Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tabalong, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Tengah.

Dikatakan Rusdiansyah, maraknya serangan penyakit DBD ini dipicu kondisi perubahan iklim. Musim penghujan yang tidak menentu juga ikut memengaruhi penyebaran serangan DBD. Pada 2015, jumlah penderita DBD tercatat sebanyak 3.668 kasus dengan jumlah penderita tewas mencapai 40 orang.

Selain DBD Kalsel juga merupakan daerah rawan serangan penyakit malaria. Dinas Kesehatan Kalsel mencatat ada 155 desa dan kelurahan atau sekitar 10 persen dari jumlah desa/kelurahan rawan atau masuk kategori merah penyakit malaria. (DY/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya