Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meresmikan proyek infrastruktur energi baru dan terbarukan (EBT) jenis Pembangkit Listrik Tenaga Surya Hybrid (PLTSH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) untuk wilayah Maluku Utara, Maluku, Papua, dan Papua Barat, yang dipusatkan di Desa Wawama, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Morotai, Maluku Utara. Selasa (5/4).
Presiden yang datang bersama Ibu Iriana Jokowi tiba di Bandara Leo Wattimena, Morotai, dari kunjungan kerja di Wasior, Manokwari, Papua Barat, pada pukul 17.00 WIT. Ikut dalam rombongan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.
Infrastruktur PLTSH dan PLTMH yang diresmikan ialah PLTSH Desa Wawama, Morotai, Maluku Utara, yang berkapasitas 350 KWH. Sebelumnya, PLN Morotai telah memiliki PLTD dengan kapasitas 1.9 Mega Watt sehingga dengan bertambahnya 350 KWH PLTS Hybird, ketersediaan listrik di Morotai menjadi 2.4 MW.
Meski kapasitas listrik di Morotai telah bertambah, masih ada sekitar 3.917 rumah tangga yang belum terlayani aliran listrik.
"PLTS ini akan mendukung PLTD yang sudah ada dan melayani Kota Daruba, Ibu Kota Morotai selama ini. Meski ada penambahan daya, masih ada sekitar 3.917 rumah tangga yang belum terlayani," kata Sudirman Said.
PLTS lain yang ikut diresmikan secara simbolis oleh Presiden ialah PLTS Desa Adaut, Maluku Tenggara Barat, Maluku, berkapasitas 100 KWH, PLTS Desa Tutukembong Maluku Tenggara Barat, Maluku, berkapasitas 250 KWH, PLTS Desa Bomaki, Maluku Tenggara Barat, Maluku, berkapasitas 100 KWH, PLTS Kampung Harapan Jaya, Raja Ampat, Papua Barat, berkapasitas 15 KWH. PLTS Waropko, Boven Digoel, Papua, kapasitas 100 KWH, PLTS Kampung Sota, Merauke, Papua, berkapasitas 100 KWH, serta PLTMH Temel, Kabupaten Maybart, Papua Barat, berkapasitas 280 KWH.
Total kapasitas yang diresmikan sebesar 1.295 MW. Menurut Sudirman, jumlah kapasitas memang kecil, tapi sangat bermanfaat bagi masyarakat di wilayah terpencil. Infrastruktur tersebut merupakan rangkaian dari program Indonesia menyala yang 25% berasal dari EBT.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan kekurangan listrik terjadi hampir di semua provinsi di Indonesia. "Setiap saya turun ke daerah pasti ada warga yang mengeluh soal kekurangan listrik. Jadi kondisi ini bukan hanya di satu provinsi saja, tapi di semua provinsi di Indonesia."
Menurut Jokowi, kekurangan listrik yang terjadi selama ini disebabkan satu persoalan yakni perizinan yang bertele-tele dan terlalu banyak. "Untuk membangun sebuah pembangkit listrik membutuhkan 59 izin. Mengurusnya ada yang dua tahun, empat tahun, bahkan sampai enam tahun. Mengurus izin bahkan empat tahun. Itu untuk mengurus izinnya saja, belum membangunnya. Ini yang harus diselesaikan lebih dahulu."
Selain itu, masalah pembebasan lahan juga masih menjadi masalah besar. Padahal, menurut Jokowi, pemerintah telah memangkas jumlah perizinan dari 59 izin menjadi 22 izin, tapi masih juga lama penyelesaiannya hingga 250 hari.
"Saya minta kepada gubernur, bupati, sampai camat maupun yang di bawahnya agar masalah yang berkaitan dengan izin apa pun tolong dipercepat. Pangkas yang sulit-sulit. Berikan kemudahan kepada masyarakat untuk urusan izin," tegas Presiden.
Setelah peresmian tersebut, Presiden Jokowi bersama rombongan menuju ke Aloha Resort untuk beristrirahat. Rencananya pada Rabu (6/4) besok, Jokowi akan menuju Tobelo, Halmahera Utara, untuk meresmikan sejumlah proyek jembatan di Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat yang dipusatkan di Kota Tobelo Halmahera Utara. (BR/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved