Polda Bali Razia Narkoba di Pelabuhan Benoa

Arnoldus Dhae
05/4/2016 20:40
Polda Bali Razia Narkoba di Pelabuhan Benoa
(Ilustrasi--ANTARA/Wira Suryantala)

KEPOLISIAN Daerah Bali bersama Bea Cukai Denpasar, PT Pelindo Benoa, dan TNI AL melakukan pengetatan pengamanan di Pelabuhan Benoa, Bali, Selasa (5/4).

Seluruh penumpang dan barang yang keluar dari pelabuhan dan yang akan masuk ke pelabuhan diperiksa oleh tim gabungan. Mereka diperiksa berikut barang bawaan mereka. Pemeriksaan itu dilakukan baik di atas kapal maupun ketika penumpang akan naik kapal.

Pemeriksaan seluruh penumpang kapal dipimpin langsung oleh Kasubdit II Direktorat Narkoba Polda Bali AKBP Johny Lay bersama sekitar 100 personel gabungan dari Polda Bali, KP3 Benoa Bali, TNI AL Lanal Denpasar, Bea Cukai Denpasar, dan petugas dari Pelindo Benoa.

Menurut Johny Lay, pemeriksaan terhadap para penumpang, ABK, kru, dan nakhoda di Pelabuhan Benoa dilakukan dalam rangka Operasi Bersinar Agung yang dilakukan di seluruh Indonesia.

"Jadi yang perlu dicatat di sini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, Kapolri, dan seluruh jajarannya, bahwa Operasi Bersinar Agung tersebut harus dilakukan lebih giat lagi, lebih greget lagi untuk meminimalisasi peredaran narkotika di Indonesia. Jadi arahan Kapolri menyebutkan tidak ada istilah Polda prioritas, Polres prioritas, dan sebagainya. Semuanya sama, dan secara serentak melakukan operasi Bersinar Agung untuk mempersempit peredaran narkoba di Indonesia," ujarnya di Denpasar, Selasa (5/4).

Untuk di Polda Bali, operasi itu sudah menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Petugas sudah menangkap baik bandar, pengedar, maupun pemakai di beberapa Polres dan Polsek di seluruh Bali. Adapun kasus terbesar berada di Polresta Denpasar, yang menangkap bandar dengan barang bukti hampir 1 kilogram sabu-sabu.

Untuk penggeledahan di Pelabuhan Benoa, petugas dibagi dalam 3 unit agar pemeriksaan dipercepat. Jika biasanya pemeriksaan dilakukan saat penumpang turun, kali ini pemeriksaan langsung dilakukan di atas kapal. Seluruh isi kapal diperiksa. Petugas juga menyasar seluruh ABK, nakhoda, kru, dan teknisi yang berjumlah 76 orang.

Selain itu, sebanyak 212 penumpang juga digeledah. Petugas juga membawa anjing pelacak untuk mengendus bahan narkotika. Selain itu, ada 318 penumpang yang akan naik juga diperiksa. "Dari seluruh razia kali ini, petugas memang tidak menemukan bahan narkotika dan sebagainya," ujarnya. (OL/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya