Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Sumatra Selatan pada 2015 lalu cukup luas. Karenanya, atas lahan yang terbakar itu, Pemerintah Provinsi Sumsel sangat setuju dengan adanya kegiatan restorasi lahan gambut. Apalagi, kegiatan restorasi lahan gambut itu dilakukan dengan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Beruntung, ada banyak donatur dari luar negeri sudah tersedia anggarannya. Tinggal kita yang mengusulkan di mana lokasi pembentukan tim restorasi lahan gambut," beber Gubernur Sumsel Alex Noerdin di Palembang, Selasa (5/4).
Ia mengungkapkan, pihaknya telah mengusulkan untuk restorasi lahan gambut dilakukan di daerah yang lahannya rata-rata ialah gambut, seperti di Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin. "Di OKI itu ada percontohan restorasi gambut di Desa Sepucuk, yang pada 2009 terbakar habis, dan pada 2010 mulai direstorasi dan berhasil. Jadi, jauh sebelum badan restorasi gambut dibentuk, kami sudah melakukan restorasi gambut, dan itu akan menjadi percontohan," katanya.
Mengenai anggaran yang digunakan dalam kegiatan restorasi lahan gambut yang terbakar, Alex enggan menyebut angka pastinya. Ia mengungkapkan dananya cukup banyak, khusus dari luar telah ada lebih dari ratusan juta dolar.
"Mungkin nanti akan ada sistem komersial. Jadi, di lahan gambut itu akan ada investor masuk, hasilnya bisa mengembalikan uangnya. Ada memang yang semata-mata, karena tidak bisa untuk jadi sistem komersial, itu gunakan dana hibah dari APBN, jadi tidak perlu dikembalikan uangnya," ungkapnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Iklim Provinsi Sumsel Najib Asmani mengatakan, langkah ini merupakan hasil dari inisiatif Gubernur Sumsel untuk membangun kemitraan pengelolaan ecoregion satu wilayah.
Pemprov Sumsel membentuk lembaga Badan Koordinasi Pengelolaan lanskap yang bertugas mengelola ekoregion tersebut. Tiga kawasan yang akan dikembangkan dan dilestarikan yakni lahan gambut, kawasan perairan ikan, dan pegunungan.
"Untuk lahan gambut, yakni di Banyuasin, Muba, dan OKI. Perairan ikan di Banyuasin dan OKI, dan untuk kawasan pegununan seperti di Lahat dan Pagaralam," urainya.
Adapun untuk pembangunan blok kanal (kanal blocking), kata Najib, ada beberapa daerah yang akan dikanalisasi. Seperti di wilayah gambut Muba seluas 1.000 hektare yang sebelumnya miliki HTI, tapi dilepaskan dan dijadikan konservasi gambut. (DW/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved