Turis Lanjut Usia asal Prancis Terdampar di Desa Lembata

Alexander P Taum
05/4/2016 19:00
Turis Lanjut Usia asal Prancis Terdampar di Desa Lembata
(Dok. MI)

LENNA Dominique, 70, turis berkebangsaan Prancis, Senin (5/4), sekitar pukul 9.00 Wita terdampar di Desa Babokerong, Kecamatan Nagawutun, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Wanita lanjut usia itu kehabisan makanan dan mengalami cedera pada kedua bahunya setelah tiga hari mendayung perahu kayak dari Larantuka, Kabupaten Flores Timur, menuju Alor melalui Lembata.

Disaksikan Media Indonesia, Senin (5/4), Dominique dievakuasi warga dari bibir pantai Desa Babokerong kemudian diinapkan di rumah Kepala Desa Babokerong, Mat Soge. Turis lanjut usia itu dievakuasi dalam kondisi lemas karena kelaparan.

"Dia memang lemah sekali, setelah kami bawa ke rumah Kepala Desa dia minta makan. Kami beri dia makan roti dan minum teh, kemudian dia minta makan nasi. Saat itu, kondisi tubuhnya gemetar dan lemas," ujar Hasim Selebes, warga Babokerong.

Kepada Media Indonesia, Dominique mengatakan, sedianya ia dalam perjalanan dari Larantuka menuju Alor. Namun, ia kehabisan makanan dan mengalami cedera bahu setelah mendayung parahu kayak dari Larantuka. Ia sempat menginap di Pantai Adonara.

Informasi itu pun kemudian dilaporkan Kepala Desa Babokerong ke Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Lembata. Pemkab Lembata pun mengutus Kabid Kewaspadaan Nasional Kesbangpolinmas Kabupaten Lembata, Yoshanes Bosco Bataona, dan Kabid Wawasan Kebangsaan Yohanes Don Bosco untuk mengurus sang turis nahas tersebut.

"Sebagai pemerintah, kami minta Dominique untuk mengikuti kami ke Lewoleba untuk diperiksa kesehatan dan diistirahatkan di hotel. Setelah pulih ia boleh melanjutkan perjalanannya ke Alor atau kembali ke Larantuka," ujar Bosco Bataona.

Namun, Dominique ternyata keberatan karena berdalih tidak sedang mengalami kecelakaan. Ia hanya kehabisan makanan dan mengalami cedera ringan pada bahunya karena ia sudah berusia lanjut. Dominique pun enggan meninggalkan keluarga yang sudah menampungnya.

"Saya tidak nyaman dengan situasi ini. Saya hanya mau menikmati suasana desa ini. Sangat menyenangkan tinggal di keluarga ini, saya akan melanjutkan perjalanan saya ke arah Alor, dengan mendayung kayak. Saya sudah berpengalaman mendayung kayak. Ini perjalanan yang pendek, tidak masalah dan saya menikmati ini," ujar Dominique yang dalam Bahasa Inggris kepada Media Indonesia.

Pukul 17.45 Wita, Dominique beserta perahu kayaknya dibawa pihak Kesbangpolinmas menuju ke Kota Lewoleba untuk diinapkan di hotel. Ia akan melanjutkan perjalanan dengan mendayung kayak menuju Alor dan kembali ke Larantuka. (PT/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya