Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKITAR 500 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengikuti apel siaga di Lapangan Markas Komando (Mako) Batalyon Infanteri 613/Raja Alam, Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).
Upacara yang dipimpin langsung oleh Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Edy Rahmayadi itu sekaligus membuka latihan gabungan TNI yang diikuti pasukan elite dari berbagai kesatuan. Di antaranya Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Pleton Intai Tempur (Tontaipur) Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad), Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) Angkatan Laut, Pasukan Khas (Paskhas), dan Detasemen Bravo (Den Bravo) dari Angkatan Udara, serta Brimob Kelapa Dua Jakarta, ditambah pasukan pendukung dari Brigif 24 Bulungan Cakti dan Batalton 613/RJA Kaltara.
Pangkostrad, yang juga bertindak sebagai komandan operasi, menegaskan TNI dan Polri yang disiagakan di Tarakan akan unjuk kekuatan selama sepekan untuk latihan gabungan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC). Tugas pokok itu menjadi dasar digelarnya latihan gabungan PPRC ini, dengan kontinjensi jika terjadi ancaman yang merongrong kedautalan RI melalui pintu utara Kalimantan.
"Ini adalah apel pertama dari sektor wilayah Kalimantan dalam rangka menjaga kesiapsiagaan kita terhadap kemungkinan ancaman wilayah yang sudah direncanakan, disiapkan oleh komando kewilayahan. Siapkan fisik, mental Anda apabila kita diperlukan, kapan saja kita siap menjaga kehormatan NKRI. Khususnya bagi prajurit yang masuk dalam organisasi pasukan PPRC, saya percaya tiap satuan sudah menyiapkan diri dalam rangka menjaga kehormatan dan kadaulatan bangsa yang wajib kita pikul," tegas cetus Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi.
Ia menjelaskan, latihan perang gabungan di wilayah Tarakan, merupakan agenda rutin tiap tahun yang kondisi saat ini kebetulan bertepatan dengan peristiwa penyanderaan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan pemberontak Filipina pimpinan Abu Sayyaf di Filipina. Namun, ia memastikan, pasukannya siap jika diperintahkan Mabes TNI untuk terlibat dalam operasi tersebut.
"Kebetulan ada peristiwa yang berdekatan dari daerah sini, jadi jangan dikait-kaitkan dengan latihan perang yang digelar oleh satuan PPRC. Namun, kalau kita diperintahkan, kenapa tidak apalagi itu rakyat kita, tidak boleh ada yang menganggu rakyat kita. Sebelumnya PPRC pernah gelar latihan di Morotai," ungkap Edy Rahmayadi kepada wartawan seusai apel siaga, Sabtu (2/4).
Ditegaskannya, tugas utama PPRC yakni melaksanakan tindakan cepat terhadap ancaman nyata. Latihan gabungan yang berlangsung selama sepekan juga melibatkan juga kendaraan tempur lainnya baik darat, laut, maupun udara yang disesuaikan kondisi daerah.
"PPRC akan ditempatkan di wilayah mana saja di Indonesia yang sedang terjadi trouble spot. Tidak menutup kemungkinan juga di Tarakan yang kebetulan berdekatan dengan Filipina, negara tempat berdiamnya kelompok pemberontak Abu Sayyaf," pungkas Pangkostrad.
Sementara itu, berdasarkan pantauan Media Indonesia di Tarakan, satu persatu kekuatan tempur yang dimiliki TNI baik personel maupun armada perang telah tiba di Tarakan. Sejak Kamis (31/3) lalu, sejumlah kapal perang milik TNI Angkatan Laut telah merapat di Tarakan seperti di Pelabuhan Malundung dan Pelabuhan Lantamal XIII Tarakan.
Dua kapal perang yang sudah merapat dari rencana lima kapal yang akan dilibatkan dalam latihan gabungan itu ialah KRI Ajak dan KRI Teluk Lampung. Adapun tiga kapal lainnya akan menyusul. Namun, tidak ada satu pun pimpinan TNI AL di Tarakan yang bersedia memberikan keterangan seputar kedatangan armada-armada tempur tersebut. Mereka lebih memilih untuk konsentrasi mempersiapkan latihan gabungan. (VR/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved