Panglima TNI Hadiri Panen Raya di Lombok

Antara
02/4/2016 18:35
Panglima TNI Hadiri Panen Raya di Lombok
(Dok. MI)

PANGLIMA TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Sabtu (1/4), menghadiri pesta panen raya padi di Puyung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Pada pesta panen raya yang digelar Sabtu siang itu, Panglima TNI didampingi oleh Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Mulyono dan Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel CZI Lalu Rudy Irham Srigede beserta jajaran TNI yang ada di NTB.

Dalam kegiatan itu, Badan Usaha Logistik (Bulog) yang diwakili Direktur Pelayanan Publik Wahyu Suparyono dan Gubernur NTB TGH Zainul Majdi beserta seluruh gabungan kelompok tani (gapoktan) yang mewakili tiap kabupaten/kota, turut memeriahkan pesta panen raya tersebut.

"Kami dari TNI telah berkomitmen untuk melakukan pengawasan mulai dari pendistribusian pupuk, bibit, hingga penyerapan produksi petani, tujuannya agar program swasembada pangan di negara Republik Indonesia ini dapat terwujud sesuai dengan harapan kita bersama," kata Gatot Nurmantyo.

Bahkan, nantinya untuk penetapan harga produksi yang ditawarkan pemerintah dalam hal ini Bulog kepada para petani, pihaknya akan bekerja sama dengan KPK untuk melakukan pengawasan.

"Agar seluruh kegiatan produksi pertanian berjalan dengan baik, kami dari TNI akan bekerja sama dengan KPK dalam mengawasi penetapan harga yang dikeluarkan oleh pemerintah, jika biar enak kalau ada yang terbukti korupsi, tinggal ditindak tegas KPK," ujarnya.

Hal itu diungkapkan karena dalam tahap penyerapan hasil pertanian yang dilakukan oleh pemerintah, diketahui masih kurang dari target pencapaian. Penyebabnya, harga beli yang ditawarkan Bulog jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan harga dari para tengkulak.

"Berapa pun harga yang ditetapkan pemerintah, Bulog wajib hukumnya membeli hasil produksi petani, ini yang diinginkan, agar kedaulatan pangan tercapai, masyarakat petani pun ikut sejahtera," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur NTB TGH Zainul Majdi dalam sambutannya mengakui bahwa produksi padi di NTB selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. "Produksi di 2014 saja, NTB berhasil melebihi target, bahkan persentasenya mencapai 12% (dari produksi nasional)," katanya.

Namun, terkait dengan penyerapan yang dilakukan Bulog diakuinya masih kurang dari harapan, karena harga yang diberikan pemerintah lebih rendah ketimbang harga para tengkulak. Untuk itu, Gubernur NTB mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan baik dari lembaga pemerintahan, TNI, maupun masyarakat petani untuk bersama-sama berkomitmen dalam mewujudkan kedaulatan pangan yang mampu mensejahterakan rakyat. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya