Pemkab Sukabumi Kemungkinan Tak Turunkan Tarif Angkutan

Benny Bastiandy
31/3/2016 21:18
Pemkab Sukabumi Kemungkinan Tak Turunkan Tarif Angkutan
(MI/Bary Fathahilah)

PEMERINTAH Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tidak akan menurunkan tarif angkutan umum meskipun harga bahan bakar minyak jenis premium dan solar akan turun per 1 April 2016. Keputusan tersebut didasari pertimbangan jika harga bahan bakar minyak saat ini, khususnya jenis premium masih berada di ambang batas.

"Penurunan harga BBM jenis premium dan solar tidak terlalu signifikan. Ini artinya, kami tidak akan menurunkan tarif angkutan umum di Kabupaten Sukabumi," kata Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana, Kamis (31/3).

Pemerintah akan menurunkan harga BBM jenis premium sebesar Rp500 dari semula Rp6.950 per liter menjadi Rp6.450 per liter. Begitu juga harga solar, semula Rp5.650 per liter menjadi Rp5.150 per liter.

"Turunnya harga BBM sekitar 3%. Jadi, tidak akan berdampak terhadap penurunan tarif angkutan umum," jelasnya.

Untuk angkutan umum trayek Sukabumi-Cisaat, misalnya, tarifnya masih tetap Rp4 ribu. Begitu juga tarif angkutan umum lainnya yang melayani trayek lain. Hanya saja, lanjut Thendy, bagi angkutan umum yang menggunakan BBM jenis solar, kemungkinan bakal mengalami penurunan tarif.

"Kami masih membahas menyangkut rencana penurunan tarif angkutan umum yang menggunakan solar. Turunnya berapa persen belum bisa dipastikan. Mungkin besok (hari ini) sudah ada keputusannya," tambah Thendy.

Yosep Taryawan, 23, mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Kota Sukabumi, mengapresiasi kebijakan pemerintah menurunkan harga BBM jenis solar dan premium. Kondisi tersebut tentunya akan meringankan beban masyarakat yang selama ini banyak terbebani dengan harga-harga kebutuhan yang relatif mahal.

"Sekarang pemerintah di daerah yang harus melakukan pengawasan di lapangan. Apakah dengan turunnya harga BBM ini akan berdampak terhadap turunnya tarif angkutan umum. Sejatinya, turunnya harga BBM akan berdampak terhadap turunnya harga kebutuhan pokok lainnya," terang Yosep. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya