Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 20 rumah dan instansi pemerintah di Desa Sumberejo, Kecamatan Sanan Kulon, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, rusak diterjang angin kencang yang terjadi setelah hujan melanda daerah tersebut.
"Hujan datang petang dan hanya sekitar 15 menit langsung terjadi angin kencang," kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar Ganef Rahmawanto saat dihubungi, Rabu (30/3) malam.
Ia mengatakan, angin itu menerjang rumah serta kantor sekitar jam 16.00 WIB. Tingkat kerusakan bangunan juga beragam mulai dari ringan sampai berat. Sejumlah atap rumah tersibak dan terbang karena diterjang angin kencang.
Kondisi parah terjadi di Balai Desa Sumberejo, Kecamatan Sanan Kulon. Bangunan di balai desa rusak berat. Atap bangunan jebol serta tembok roboh diterjang angin. Selain itu, juga terdapat rumah yang kondisinya sangat hancur akibat tertimpa pohon besar. Upaya pembersihan rumah itu juga sempat terkendala lantaran pohon yang menimpa sangat besar.
"Malam ini, warga dibantu dengan aparat sudah membersihkan, tapi yang kondisinya rusak parah, kami lanjutkan besok dengan tetap dibantu dari aparat," katanya.
Ia juga mengatakan, aliran listrik ke rumah warga sempat terganggu akibat musibah tersebut, sehingga saat pembersihan pascaangin lesus terjadi menjadi kendala. "Namun, kami langsung menghubungi PLN dan saat ini aliran listrik sudah kembali normal, sudah menyala lagi," katanya.
Selain di Kabupaten Blitar, angin lesus juga terjadi di Kota Blitar. Sejumlah rumah warga juga mengalami kerusakan akibat angin lesus tersebut. Bahkan, menara pemancar sebuah radio di Kota Blitar juga rusak karena angin kencang. Peternakan warga serta sejumlah fasilitas umum di Kota Blitar juga tak luput dari amukan angin lesus itu.
Ita, seorang warga Kota Blitar, menuturkan hujan memang turun sebentar, tapi setelahnya angin kencang terjadi. Ia sempat panik, sebab saat kejadian sedang tidak ada di rumah. "Tadi sempat bingung mau telepon keluarga, tapi alhamdulillah semua baik-baik saja," katanya.
Ia mengaku lega keluarganya selamat. Namun, rumahnya juga rusak diterjang angin lesus.
Sementara itu, hingga kini pemerintah kota masih melakukan pendataan akibat angin lesus tersebut. Pemerintah juga masih mendata tingkat kerusakan akibat musibah tersebut. "Petugas masih mendata di lapangan. Kerugian pun belum bisa hitung," kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Blitar Handoko. (Ant/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved