Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH beberapa kali gagal dipulangkan, rombongan eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) tiba di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara, Rabu (30/3) pukul 13.45 WIB.
Sebanyak 303 orang eks Gafatar asal Sumut itu tiba ke di Medan dengan menggunakan tiga penerbangan yang berbeda.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas) Sumut, Zulkifli Taufik, pemulangan pertama ke Medan sebanyak 137 orang didampingi 3 petugas dengan menggunakan pesawat Lion Air Boeing 737.
Mereka berangkat dari Bandara Adi Sumarmo di Solo sekitar pukul 6.00 WIB menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta, lalu diterbangkan ke Kualanamu.
Adapun untuk pemberangkatan kedua, menggunakan pesawat Sriwijaya Air Boeing 737 pada pukul 7.00 WIB, dengan rute penerbangan yang sama sebanyak 68 orang warga eks Gafatar didampingi dua orang pendamping dari Pemprov Sumut dan unsur petugas.
Sedangkan untuk pemberangkatan ketiga menggunakan pesawat Lion Air Boeing 737, sebanyak 98 eks Gafatar yang didampingi dua petugas, berangkat pada pukul 9.45 WIB dengan rute penerbangan yang sama.
Selanjutnya, dia menambahkan, sebanyak 303 eks Gafatar yang baru tiba itu akan ditempatkan di penampungan yang sudah disiapkan di tujuh lokasi penampungan.
"Kita sudah menyiapkan tujuh tempat untuk lokasi penampungan para eks Gafatar. Setelah dua hari berada di penampungan, baru akan kita beri pembekalan selama delapan hari. Jadi, total mereka di penampungan selama 10 hari," ujar Zulkifli.
Setelah itu, lanjut dia, para eks Gafatar bisa dapat kembali ke daerah mereka dengan dijemput oleh perwakilan dari pemerintah kabupaten dan kota masing-masing di Sumut.
"Prosedurnya memang seperti itu, biar mereka bisa kembali dan kita harapkan semua warga untuk menerima kedatangan mereka kembali ke daerah masing-masing," tukasnya.
Rombongan eks anggota Gafatar itu saat di Bandara Kualanamu dijemput oleh delapan unit bus Trans Mebidang. Secara keseluruhan ada 303 anggota eks Gafatar yang dipulangkan ke Sumut. Selain orang dewasa, banyak di antara rombongan yang anak-anak.
Namun, saat tiba di area kedatangan domestik bandara, mereka menolak diwawancarai wartawan. Banyak di antara mereka yang menutup mulut rapat-rapat. Hanya beberapa orang saja yang mau sedikit berkomentar.
Anggun, 18, mengaku pergi meninggalkan kampung halamannya karena ikut orangtua. Di sana ia mengaku lebih banyak menghabiskan waktu bertani dan bercocok tanam. "Saya tinggal di Medan. Ini gak tau mau dibawa ke mana dulu, ikut ajalah dulu. Kalau orangtua di sana jadi petani," ujar Anggun. (PS/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved