BPBD Banjarnegara Siapkan Relokasi Korban Tanah Bergerak

Liliek Dharmawan
30/3/2016 15:52
BPBD Banjarnegara Siapkan Relokasi Korban Tanah Bergerak
(Antara/Idhad Zakaria)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), telah mendapatkan areal untuk relokasi bagi para korban tanah bergerak di Desa Clapar, Kecamatan Madukara. Mereka harus direlokasi karena rumah-rumah mereka masuk dalam areal seluas 8 hektare (ha) zona bahaya untuk permukiman.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara Catur Subandrio mengatakan, pihaknya telah mendapatkan informasi secara lisan dari Badan Geologi bahwa wilayah setempat tidak layak untuk permukiman sehingga harus ada relokasi.

"Kemudian kami mengajukan usulan untuk relokasi di Dusun Sinanjer yang lokasinya masih sama di Desa Clapar. Di lokasi setempat ada tanah seluas 3 ha yang merupakan tanah bengkok milik desa. Dari hasil kajian yang dilakukan Badan Geologi, tempat tersebut aman untuk permukiman,' kata Catur, Rabu (30/3).

Dijelaskan Catur, pihaknya juga masih mempersiapkan segala sesuatu untuk relokasi tersebut. Para korban yang rumahnya rusak berat akan mendapat bantuan senilai Rp15 juta, adapunn yang mengalami rusak sedang Rp10 juta.

"Kami juga bakal mengajukan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari dana siap pakai. Kalau cair, maka per unit rumah relokasi akan memperoleh dana Rp20 juta. Namun, saat ini BPBD Banjarnegara baru mengajukan permohonan bantuan," ungkapnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0704 Banjarnegara Letkol Inf Arief Bastari mengungkapkan hingga Rabu jumlah pengungsi sebanyak 279 jiwa.

"Mereka tersebar di sejumlah titik pengungsian. Sebagian dari mereka mengungsi
ke rumah kerabatnya. Zona bahaya tanah bergerak di Clapar mencapai 8 ha dan daerah yang terdampak seluas 35 ha," kata Arief yang juga Komandan Lapangan Penanggulangan Bencana Clapar tersebut.

Menurutnya, saat sekarang ada 300 relawan yang terdiri dari TNI, polisi, PMI, BPBD, serta unsur lainnya yang terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya ialah membuat jalan darurat untuk menghubungkan Desa Clapar yang terputus jalannya.

Jalan darurat melewati perbukitan di atas areal yang amblas dan longsor. Selain itu, bersama dengan warga membuat jalan tembus lain untuk mengganti jalan yang putus di Kecamatan Madukara. Jalan tersebut bakal melewati Desa Limbangan, Kecamatan Madukara ke arah Desa Larangan, Kecamatan Pagentan. (LD/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya