Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAWATAN korban luka-luka akibat peristiwa terkena ledakan granat saat pelatihan sekuriti di Kampus Univeritas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (29/3), pukul 15.20 WITA dirawat di tiga rumah sakit milik pemerintah di kota ini.
Keterangan dari Humas UHO Kendari Hamdan, Selasa malam, dari delapan orang korban luka berat dan ringan itu semuanya ialah anggota satuan pengamanan (Satpam) kampus dan seorang instruktur dari anggota Brimob Polda Sultra.
Sedangkan empat orang korban yang telah teridentifikasi dan meninggal dunia saat peristiwa itu, yakni Haedir, 28, anggota Brimob Polda Sultra, dan tiga Satpam yakni Supriadi, 34, Jufriadi, 30, dan Kharuddin, 40.
Delapan orang yang luka-luka dan belum diketahui identitasnya itu telah dirawat di tiga Rumah Sakit terdekat dari tempat kejadian. Tiga rumah sakit tersebut adalah RSU Provinsi Bahteramas di Kecamatan Baruga, RS Abunawas Kota Kendari di Kecamatan Poasia, dan RS Bhayangkara di Kecamatan Kadia Kota Kendari.
Hamdan tidak merinci identitas delapan korban luka yang dirawat di tiga rumah sakit tersebut, tapi ia mengatakan bahwa semua biaya perawatan korban selama di rumah sakit akan ditanggung Polda Sultra dan pihak universitas.
Sebelumnya, Kapolda Sultra Brigjen Agung Sabar Santoso mengatakan penyebab meledak bom di ruang pelatihan sekuriti UHO Kendari yang mengakibatkan empat orang tewas dan delapan luka-luka masih dalam proses penyelidikan.
"Kami belum bisa menjelaskan penyebab dari bom yang meledak saat pelatihan sekuriti di Universitas Halu Oleo Kendari, karena tim Gegana Brimob Polda masih menyelidikinya," kata Kapolda.
Menurut Kapolda, bom berupa granat yang menewaskan empat orang peserta pelatihan, termasuk satu anggota Gegana Brimob Polda Sultra itu, meledak saat pelatih hendak memperagakan cara-cara menjinakkan bom. "Seperti apa kejadian dari meledak bom itu, belum dapat kami jelaskan karena masih dalam proses penyelidikan," tutupnya. (Ant/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved