Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLSIAN Daerah Riau melakukan identifikasi kerangka yang diduga Angelica Boru Pardede dengan mengirimkan sampel tulang dan darah orang tuanya ke Laboratorium DNA Pusat Dokter dan Kesehatan Polri guna mencocokkan bahwa kerangka itu merupakan anak kandung keluarga korban.
"Kita telah mengambil sampel darah kedua orangtua korban. Nanti kita segera mengirimkan sampel tersebut bersama dengan sampel tulang diduga Angelica ke Mabes Polri," kata Kepala Sub Bidang Dokter dan Kesehatan Polda Riau Kompol Suprianto kepada Antara di Pekanbaru, Selasa (29/3).
Ia mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu administrasi penyidikan (mindik) dari penyidik sebelum mengirimkan sampel DNA tersebut. Namun begitu, ia mengatakan untuk mengetahui hasil tes DNA itu memerlukan waktu cukup lama.
"Sekitar tiga minggu baru keluar hasilnya. Selama menunggu hasilnya, tetap kita berkoordinasi dengan penyidik untuk mengungkap kematian Angelica," jelasnya.
Angelica, bocah perempuan berusia 11 tahun dilaporkan hilang oleh keluarganya pada 10 Maret lalu ke Kepolisian Sektor Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Selanjutnya pada Rabu (23/11) malam lalu ditemukan kerangka yang berada 10 kilometer dari rumah korban. Lokasi ditemukannya kerangka berada di semak belukar tidak jauh dari jalan lintas timur.
Suprianto mengatakan setelah ditemukan tulang belulang oleh polisi, pihaknya langsung melakukan identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. Hasilnya, ia meyakini bahwa kerangka itu jasad Angelica.
"Berdasarkan prosedur pemeriksaan DVI dengan proses identifikasi seseorang melalui kerangka, saya pastikan itu kerangka Angelica," jelasnya.
Menurut Suprianto, kepastian itu berasal dari data antemortem yakni properti korban serta pemeriksaan gigi korban. "Data antemortem korban seperti pakaian, kaos dalam, sandal, kacamata minus dengan resep dokter, dan gigi, saya pastikan itu Angelica," jelasnya.
Namun, untuk mendukung proses lanjutan, ia mengatakan tetap melakukan pengambilan sampel tulang dan darah orangtua Angelica ke Mabes Polri Jakarta.
Lebih jauh, Suprianto berkisah bahwa saat kerangka itu tiba di Bhayangkara Polda Riau, ia menemukan sejumlah tulang seperti tulang rusuk telah hilang. Selain itu, ia juga merasa agak aneh lantaran jaringan lunak (otot dan daging) korban sudah tidak ada lagi dalam waktu yang cukup singkat.
"Normalnya jasad utuh akan tinggal kerangka membutuhkan waktu dua minggu hingga tiga bulan," ujarnya.
Untuk itu, ia pun masih terus menyelidiki dengan berkoordinasi dengan penyidik untuk mengetahui penyebab hilangnya jaringan lunak pada jasad Angelica dalam waktu yang singkat. Kasus dugaan pembunuhan ini sebelumnya menyita perhatian Ketua Dewan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi.
Kak Seto yang mengunjungi Riau pada Senin (28/3) lalu secara khusus meminta kepolisian segera mengusut tuntas dugaan kematian bocah perempuan bernama Angelica Boru Pardede di Kabupaten Kampar setelah ditemukan adanya tulang belulang yang diduga milik korban. (Ant/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved