Polisi Bali Ringkus Kelompok Pencuri asal Makassar

Arnoldus Dhae
29/3/2016 19:39
Polisi Bali Ringkus Kelompok Pencuri asal Makassar
(Ilustrasi)

PELAKU pencurian dengan pemberatan (curat) kelompok Makasar, Sulawesi Selatan, diringkus anggota Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Denpasar di sebuah hotel di Jalan Kediri Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (27/3) pukul 21.30 Wita.

Lantaran berusaha menyerang balik petugas, tiga pelaku, yakni Tiar alias Baktiar, 27, Rafid alias Habib, 49, dan Amirudin alias Amir, 23, terpaksa ditembak pada bagian kaki. Bahkan, Habib yang merupakan ketua geng dan residivis terkena dua timah panas di bagian betis dan paha kanan. Adapun satu pelaku lain bernama Adam, yang masih berusia 10 tahun langsung menyerah saat disergap.

"Pelaku terpaksa kita tembak karena melawan. Kita sudah punya SOP, yaitu perlawanan dari para pelaku itu membahayakan anggota kami di lapangan. Kita juga sudah melakukan tembakan peringatan, tetapi tidak dihiraukan, sehingga terpaksa kita menembak kaki mereka untuk melumpuhkan," ungkap Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard Nainggolan di Denpasar, Selasa (29/3).

Kelompok pimpinan Habib ini memang spesialis beraksi di siang hari dengan sasaran rumah-rumah kosong. Habib yang sudah 5 kali dibekuk polisi dalam kasus yang sama memang sudah merencanakan aksi jahat mereka dari Makasar. Ini terbukti dari peralatan mereka untuk mencongkel, seperti linggis kecil dan obeng telah disiapkan dan dibawa dari Makasar.

"Untuk TKP-nya tidak hanya di wilayah Polresta saja. Selain di Sanur, Kuta, dan Nusa Dua, juga ada TKP di wilayah Kuta Utara yang merupakan wilayah hukum Polres Badung. Habib merupakan pemimpinnya yang merekrut tiga orang baru ini. Mereka ke Bali, bukan untuk liburan tetapi untuk melakukan kejahatan. Sasaran mereka adalah rumah-rumah kosong dan kelompok ini terbilang sadis karena tidak sungkan untuk melukai korban apabila aksi mereka ketahuan," terang Reinhard.

Terungkapnya geng pencuri itu berawal dari kecurigaan petugas yang melihat pelaku menjual perhiasan emas di seputaran Jalan Hasanudin Denpasar. Anggota kemudian membuntuti para pelaku tersebut hingga ke sebuah hotel di alan Kediri Kuta yang merupakan tempat menginap para pelaku.

Meski demikian, petugas membutuhkan waktu beberapa hari untuk melakukan penyelidikan yang lebih mendalam untuk kemudian melakukan penyergapan. Penyergapan dipimpin langsung oleh Kanit I Satreskrim AKP Sulhadi. "Kami tidak langsung melakukan penangkapan saat itu. Saya bilang kepada anggota untuk dilakukan penyelidikan yang lebih mendalam untuk memastikan aksi kejahatan mereka. Setelah itu baru dilakukan penangkapan," tutur mantan Kapolsek Kuta Utara ini.

Selain meringkus para pelaku, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain Laptop HP Amd G 24 warna silver, laptop Toshiba Satelite A135-S7404, notebook Acer Aspire One 722-C5CBB, jam tangan Mirage, jam tangan Tissot 1853, modem CDMA 1X Hitam ZTE, modem STC Huawei putih, modem Smartfren chrome putih, flashdisk, HP Samsung, dan Blackberry 9860.

Beberapa perhiasan seperti cincin dan gelang emas juga berhasil disita polisi. "Untuk penadah perhiasan emas, kita sudah lakukan pengejaran tetapi belum dapat. Masih kita kembangkan lebih lanjut karena tidak menutup kemungkinan masih ada TKP yang lain," tukas Reinhard. (OL/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya