Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Sulawesi Tengah, memastikan dua Warga Negara Asing (WNA) asal Uighur, Xinjiang, Tiongkok, masih bersama kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso alias Abu Wardah di Poso.
Kepala Polda Sulawesi Tengah, Brigadir Jendral Rudi Sufahriadi mengatakan, sebelumnya berdasarkan data Polda, terdapat enam WNA asal Uighur bersama kelompok yang telah terafiliasi dengan Islamic State
tersebut. Namun dari jumlah itu, empat orang diantaranya tewas setelah terlibat kontak senjata dengan tim gabungan TNI dan Polri yang masuk dalam Operasi Tinombala 2016 di Poso.
Rudi menjelaskan, empat WNA yang tewas itu Farouk alias Magalasi, Nuretin alias Abdul, Joko alias Turang Ismail, dan Tiger. "Keempatnya meninggal dunia di tempat yang sama di Kecamatan Lore Piore, namun di hari dan waktu yang berbeda," kata Rudi, Senin (28/3).
Dia menyebutkan, hingga kini jenazah tiga di antaranya masih menjalani proses identifikasi lebih lanjut di kamar jenazah Rumah Sakit
Bhayangkara Palu. "Sedangkan satu jenazah lainnya, yakni jenazah Joko alias Turang Ismail sudah dikebumikan karena sudah membusuk," terangnya.
Diketahui keenam warga Uighur itu keluar dari Xinjiang kemudian masuk melalui Bangkok, Malaysia, lalu ke Indonesia dengan tujuan pertama Riau. Dari Riau mereka kemudian menuju Puncak, Bogor Jawa Barat sebelum menuju Makassar, Sulawesi Selatan. Hingga akhirnya dari Makassar terbang ke Palu kemudian melalui jalur darat ke Poso.
"Kalau dari keterangan tiga WNA yang ditangkap di Parigi Moutong 2015 lalu mereka di Puncak Bogor ada yang menjemput kemudian diterbangkan ke Makassar lalu ke Palu. Bahkan di Palu mereka sempat menginap dulu baru melanjutkan perjalanan darat ke Poso," ungkapnya.
Rudi menambahkan, masuknya ke enam WNA tersebut tidak terlepas dari ajakan Santoso yang diupload di laman youtube dan pelbagai sosial media beberapa waktu lalu.
"Jadi mereka memanfaatkan juga kecanggihan teknologi. Ada yang tertarik sehingga dengan mudah mereka rekruk untuk bergabung bersama di hutan dan pegunungan Poso," imbuhnya.
Sementara itu, pengejaran terhadap kelompok tersebut masih terus diintensifkan oleh tim gabungan TNI-Polri yang masuk dalam Satuan Tugas Operasi Tinombala 2016 di Poso. Saat ini fokus pengejaran masih di Kecamatan Lore Bersaudara yang meliputi Kecamatan Lore Tengah, Timur, Utara, Barat, Selatan, dan Kecamatan Lore Piore. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved