Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang terus terjadi di berbagai daerah mengakibatkan pergerakan tanah terjadi di blok Tarikolot, Dusun Pamekaran, RT 01 RW 01, Desa Payung Agung, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Akibatnya, 40 kepala keluarga dari 118 jiwa harus mengosongkan tempat yang telah dihuninya puluhan tahun.
"Warga yang tinggal di 62 rumah di blok Tarikolot secara bertahap harus mengosongkan tempat itu karena pergerakan tanah masih terus terjadi meski ada empat rumah dalam kondisi terancam roboh," kata Kepala Desa Payung Agung, Yana, Senin (28/3).
Menurut Yana, pergerakan tanah yang terjadi di kawasan perbukitan tersebut sangat labil. Pergerakan tanah menyebabkan rumah yang dihuni penduduk mengalami kerusakan terutama di dingding tembok, dan tanah pun terbelah. Namun jumlah pemilik rumah tersebut sebanyak 62 kepala keluarga dan yang telah mengosongkan 40 kepala keluarga.
"Para pemilik rumah telah mengosongkan tempat pemukimannya setelah pergerakan tanah terus terjadi, adapun rumah yang rusak berat berjumlah 14 unit, rusak sedang 19 unit, rusak ringan 25 unit dan terancam roboh 4 unit. Jumlah jiwa sebanyak 118 orang telah mengungsi ke tempat yang lebih aman terutama ditenda pengungsian dan ke saudaranya untuk meninggalkan kampung tersebut," ujarnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ciamis, Dicky Erwin Juliadi mengatakan pergerakan yang terjadi di lokasi itu rata-rata mencapai 50 meter secara bergelombang seperti pecah telur. Dicky mengungkapkan, pergerakan tanah yang terjadi sekarang ini telah lama terjadi selama 3 tahun lalu, dan masyarakat tetap bertahan karena tidak ada lahan untuk merelokasi tempat untuk para pengungsi.
Namun pemerintah telah berupaya mencari tempat, akan tetapi lokasi tanah untuk para pengungsi tidak ada lokasi yang kosong dan mereka memilih menempati saudaranya serta tetangganya.
"Pemerintah menunggu hasil survei yang dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), karena kedalaman pergerakan tanah yang terjadi saat hujan itu belum terukur dan yang jelas masih menunggu," ungkapnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved