Bencana Longsor Terus Terjadi di Sukabumi

Benny Bastiandy
28/3/2016 22:54
Bencana Longsor Terus Terjadi di Sukabumi
(ANTARA/YUSUF NUGROHO)

SEJUMLAH kejadian bencana terus terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bersamaan tingginya curah hujan. Teranyar, bencana tanah longsor di Kecamatan Cireunghas, Minggu (27/3) malam sempat menutup ruas jalan lingkungan serta mengancam tiga rumah warga.

"Pada Sabtu (26/3) dan Minggu (27/3) malam terjadi beberapa kali bencana di sejumlah daerah saat hujan deras. Pada Sabtu (26/3) malam bencana terjadi di Kecamatan Jampangkulon dan Kecamatan Nyalindung. Sedangkan pada Minggu (27/3) malam bencana tanah longsor menutup ruas jalan lingkungan dan mengancam tiga rumah warga di Kecamatan Cireunghas," terang Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo, Senin (28/3).

Pemkab Sukabumi masih menetapkan status siaga darurat bencana tanah longsor dan banjir yang diberlakukan sejak 11 Januari hingga 14 April 2016. Penetapan status siaga darurat itu tak terlepas penetapan status siaga darurat tanah longsor dan banjir di tingkat Provinsi Jawa Barat serta perkiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Setidaknya terdapat 28 titik tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sukabumi terpetakan berisiko tinggi longsor. Diantaranya berada di Kecamatan Nagrak, Cibadak, Cisolok, serta Kabandungan. "Masa berlaku penetapan status siaga darurat bencana tanah longsor dan banjir belum habis waktunya," sebutnya.

Selain siaga darurat bencana, status bencana di Kabupaten Sukabumi bisa menjadi darurat dan transisi darurat. Status darurat diberlakukan ketika sedang terjadi bencana dan status transisi diberlakukan ketika sudah terjadi bencana.

"Sekarang bisa saja status siaga darurat bencana, bisa juga status darurat bencana, dan bisa juga status transisi darurat. Penetapan status kebencanaan, lanjut Usman, didasari pertimbangan masih tingginya curah hujan hingga saat ini," terang Usman. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya