Bali Dukung Pembangunan Sumber Daya Air Berkelanjutan

Ruta Suryana
26/3/2016 20:10
Bali Dukung Pembangunan Sumber Daya Air Berkelanjutan
(BAGUS SURYO)

PEMERINTAH Provinsi Bali mendukung rencana pembangunan dan pengembangan sumber daya air (SDA) yang berkelanjutan demi keberlangsungan dan kelestarian air serta pemerataan pemanfaatan air bersih.

"Dalam pandangan kami, pertemuan ini memiliki posisi yang sangat penting dalam membahas mengenai permasalahan sumber daya air dunia, khususnya di wilayah Asia. Lewat forum ini juga harus mampu mendorong dan mendukung pembangunan SDA yang berkelanjutan dengan melibatkan semua pihak," kata Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat menyambut The 1st General Assembly Meeting of Asia Water Council (AWC), di Nusa Dua, Badung, Kamis lalu.

Menurut Sudikerta, saat ini permasalahan krisis air banyak terjadi di belahan dunia. Distribusi SDA sering kali juga tidak merata. Persoalan lainnya hingga kini pengelolaan SDA berfokus secara eksklusif untuk orang-orang tertentu, sehingga air masih sulit diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dorongan dan dukungan terhadap pembangunan SDA, lanjut Sudikerta, juga merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung program prioritas pembangunan nasional. "Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur pengembangan SDA diharapkan mengacu kepada kebijakan utama pembangunan wilayah nasional sehingga mampu untuk mempercepat pemerataan pembangunan SDA antarwilayah," ujarnya.

Dia menambahkan, selain berupa pembangunan infrastruktur, pengelolaan SDA dan juga pemanfaatannya harus benar-benar diperhatikan. Dengan kondisi saat ini yang jumlah dan oertumbuhan penduduk yang sangat tinggi justru akan menimbulkan permasalahan yang berkaitan dengan pemanfaatan SDA.

"Melalui forum (AWC) ini, kami mengharapkan adanya strategi-strategi yang nantinya diharapkan mampu untuk mengatasi permasalahan sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik dan merata serta pengelolaannya menjadi lebih baik.

Sementara itu, Dirjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mujiadi menyatakan AWC dibentuk lewat forum Asian Water High Level Round (AWHot) yang diinisiasi Indonesia, Jepang, Korea, Laos, Nepal, Mongolia, Singapura, Thailand, Uzbekistan, dan Prancis (sebagai wakil World Water Forum).

Misi dari AWC ialah mendorong dan mendukung pembangunan sumber daya air yang berkelanjutan dengan melibatkan semua pihak melalui kerja sama dengan organisasi SDA di dunia.

Pengalaman dari berbagai negara Asia dalam mengatasi masalah air, dapat dibagi melalui AWC sebagai solusi masalah air serupa yang dihadapi negara lainnya. Mudjiadi juga menyampaikan, kehadiran AWC tidak hanya seminar, tapi juga akan ada langkah konkret yang dilakukan.

“Kita usulkan pilot project untuk Water Management in Urban Area di Jabodetabek,” katanya.

Forum AWC di Bali berlangsung selama tiga hari dari Kamis (24/3) hingga Sabtu (26/3). Turut hadir dalam pertemuan pertama itu, di antaranya Menteri SDA Bangladesh Muhammad Nazrul Islam, Wakil Presiden Asian Development Bank Bambang Susantono, Presiden Korea Water Forum Jung Moo Lee, dan CEO K-Water Gyewoon Choi. (RS/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya