Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS perdagangan anak akhir-akhir ini semakin masif dan ruang geraknya sulit terdeteksi. Peneliti dari Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (Samin), Odi Shalahuddin, menyebut model perdagangan bahkan sudah lebih canggih, yakni melalui daring (online) dengan memanfaatkan media sosial.
"Gejala itu sudah kami temukan sejak 2011," katanya di Yogyakarta, Sabtu (26/3).
Menurut Odi, modus yang biasa terjadi ialah tawaran pekerjaan atau mendapatkan beasiswa pendidikan. Dan ada juga modus yang dengan sengaja menawarkan diri sendiri sebagai perempuan penghibur. "Modus semacam itu semakin marak kami temui," imbuhnya.
Paling banyak, ialah kasus anak yang sengaja menawarkan diri sendiri sebagai perempuan penghibur. Hal itu biasanya berawal dari rayuan atau ajakan melalui media sosial. Mereka rata-rata masih di bawah 18 tahun dan dengan sengaja menawarkan diri.
"Untuk kasus seperti ini kami menyebutnya penjualan anak, bukan perdangan anak. Karena kadang masih berada dalam wilayah kabupaten, bukan lintas kabupaten," terangnya.
Adapun untuk perdagangan anak, Odi menengarai masih banyak terjadi di wilayah perkampungan dan rata-rata yang menjadi korban ialah anak-anak yang ingin mencari pekerjaan atau pendidikan. Namun, sang pelaku perdagangan anak tidak tahu yang dilakukan merupakan model perdagangan anak dengan cara mengeksploitasinya.
Odi mencontohkan, kadang ada orang yang membawa beberapa anak ke kota dengan tujuan mencari kerja. Setelah di kota, anak-anak tersebut dipekerjakan dengan cara yang tidak layak "Niatnya orang itu baik, mencarikan kerja. Namun, yang dia lakukan sebenarnya mengeksploitasi anak," imbuhnya.
Di Yogyakarta, dalam 5 tahun terakhir tidak ditemukan laporan data terkait perdagangan anak, tapi itu bukan berarti tidak ada praktik perdagangan anak. "Bisa jadi karena rapinya praktik yang dilakukan," katanya.
Orangtua, lanjut Odi, seharusnya lebih bisa menjaga dan memberikan edukasi yang baik kepada anak agar jangan sampai menjadi korban perdagangan atau penjualan anak yang sekarang marak melalui media sosial. (FU/OL-5)
[]
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved