Sampel Unggas Mati Mendadak di Sukabumi Positif Flu Burung

Benny Bastiandy
26/3/2016 01:00
Sampel Unggas Mati Mendadak di Sukabumi Positif Flu Burung
(ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

DINAS Peternakan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai mengantisipasi penyebaran virus flu burung (avian influenza). Upaya itu dilakukan menyusul positif terinfeksinya virus flu burung sampel unggas yang mati mendadak di Kampung Cigelong RT 01/07, Desa/Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, selama dua pekan terakhir.

"Sampel unggas yang mati mendadak di Kampung Cigelong dilakukan rapid test (tes cepat) di Balai Besar Penelitian Veteriner di Bogor. Hasilnya positif terinfeksi flu burung," kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Iwan Karmawan, Kamis (24/3).

Laporan secara tertulis positifnya sampel unggas yang mati mendadak akibat virus flu burung dari Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor akan diterima Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi pada Senin (28/3).

Iwan mengaku akan menggencarkan vaksinasi terhadap seluruh unggas yang ada di Kabupaten Sukabumi. "Kami baru terima laporan dari Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor itu secara lisan. Resminya secara tertulis akan kami terima Senin nanti," terang Iwan.

Kondisi cuaca saat ini sangat berpengaruh terhadap penyebaran flu burung. Apalagi, di sejumlah daerah juga terjadi penyebaran virus flu burung. "Dari sekarang harus mulai diantisipasi penyebarannya. Kita nanti akan lakukan vaksinasi terhadap unggas maupun hewan ternak lainnya," tegas Iwan.

Hanya saja, lanjut Iwan, yang mesti diwaspadai penyebaran flu burung terhadap unggas atau hewan ternak peliharaan masyarakat.

Adapun di perusahaan atau peternakan, risiko terdampak serangan penyakit sangat rendah lantaran mereka rutin memelihara kesehatan hewan ternak dan disinfektan kadang. "Hewan ternak yang dipelihara masyarakat memang sangat rentan kena penyakit akibat minim perawatan. Apalagi jika kondisi kandangnya lembab," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Didi Supardi, tidak memungkiri sejumlah laporan kematian hewan ternak mendadak diduga flu burung. Namun, sejauh ini tidak ada warga yang terserang langsung virus H5N1 itu.

"Kalau pun ada yang mengalami demam atau flu di sekitar tempat ditemukannya kematian mendadak hewan ternak, itu mungkin hanya flu biasa. Mudah-mudahan tidak ada warga yang terserang flu burung," kata Didi. (BB/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya