Sultan Sarankan Taksi Konvensional Investasi ke Online

Ardi Teristi Hardi
23/3/2016 23:15
Sultan Sarankan Taksi Konvensional Investasi ke Online
(ANTARA)

ANGKUTAN umum yang memanfaatkan daring (online) juga telah merambah ke DI Yogyakarta. Persaingan antara angkutan umum daring dan konvensional juga ditanggapi sang pemimpin daerah, Gubernur Sri Sultan Hamengku Bawono X. Ia pun berharap kedua jenis angkutan itu sampai bentrok di wilayahnya seperti yang terjadi di Ibu Kota Jakarta.

"Jangan sampai (bentrok di sini), ngisin-ngisini," kata Sri Sultan di Komplek Kepatihan, DIY, Rabu (23/3).

Menurut Sultan, taksi daring tidak bisa dihindari karena merupakan perkembangan zaman. Yang terpenting, lanjut dia, angkutan umum tersebut berizin dan membayar pajak.

Ia juga mengatakan, persaingan antara taksi daring dan konvensional murni persaingan bisnis. "Ini masalah persaingan bisnis saja. Ya sudah, yang konvensional investasi lagi saja ke online," imbuh dia.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Sultan juga menyampaikan rencana mengevaluasi surat keputusan gubernur terkait dengan kuota armada taksi di Yogyakarta.

Pasalnya, banyak taksi dari luar yang masuk ke DIY untuk memenuhi kuota yang ada. "Saya dengar banyak taksi dari luar daerah, seperti Solo dan Semarang, yang masuk ke DIY untuk bisa memenuhi jatahnya. Kalau belum bisa memenuhi jatah yang ada, ya biarkan. Jangan memasukkan taksi dari luar untuk memenuhi kuota," pungkas Sultan. (AT/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya