Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso yang tewas dalam baku tembak dengan aparat keamaman, Selasa (22/3) di Poso, Sulawesi Tengah, telah diidentifikasi. Satu orang merupakan warga asal Bima sedangkan seorang lainnya berasal dari suku Uighur, Xinjiang, Tiongkok.
Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi mengatakan identitas kedua anak buah Santoso itu didapat setelah tim inafis melakukan identifikasi di kamar jenazah Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palu. Jenazah pertama diketahui bernama Anto alias Musang asal Bima, Nusa Tenggara Barat. Sedangkan jenazah ke dua, bernama Joko alias Tulang Ismail berasal dari suku Uighur, Xinjiang, Tiongkok.
"Keduanya merupakan DPO dan sudah lama bergabung bersama Santoso di Poso," terang Rudy. Musang dan Tulang Ismail tewas saat kontak senjata dengan tim gabungan TNI-Polri yang masuk dalam satuan tugas Operasi Tinombala 2016 di Desa Talabosa, Kecamatan Lore Piore, Kabupaten Poso.
Rudi mengatakan Anto dan Joko berdasarkan data yang dihimpun Polda terlibat dalam serangkaian aksi yang dilakukan MIT di beberapa wilayah Sulawesi Tengah, khususnya Poso. "Mulai dari aksi penembakan, peledakan bom, dan lain-lainnya itu mereka berdua terlibat," imbuh Rudy.
Polda Sulteng saat ini masih menunggu pihak keluarga yang ingin mengklaim jenazah tersebut. "Kalau ada pihak keluarga yang ingin mengklaim silahkan datang ke Polda atau langsung ke RS Bhayangkara biar dicocokkan dulu DNAnya. Jika nantinya ada dan cocok kami serahkan jenazahnya untuk dimakamkan," tambah Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulawesi Tengah, Ajun Komisaris Besar Hari Suprapto.
Hingga saat ini, pengejaran terhadap kelompok yang telah terafiliasi dengan Islamic State tersebut masih diintensifkan di Kecamatan Lore
Bersaudara yang meliputi Kecamatan Lore Tengah, Selatan, Utara, Barat, dan Kecamatan Lore Piore. Namun lebih difokuskan di Desa Rompo, Kecamatan Lore Piore, sehingga anggota MIT diharapkan makin terdesak.
Patroli dengan menyisiri titik-titik pelarian kelompok tersebut dilakukan tiga kali dalam sehari, bahkan ada beberapa tim gabungan TNI-Polri yang sudah melakukan pengendapan di beberapa titik pelarian strategis yang dianggap dapat dilalui kelompok tersebut.
"Sampai saat ini juga tidak ada penambahan pasukan. Yang ada hanya lebih megintensifkan patroli di lokasi operasi," tandas Hari. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved