Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Desa Kismoyoso Ngemplak telah menemukan dua arca yang diduga masuk benda cagar budaya (BCB) bersejarah peninggalan kebudayaan zaman Hindu di kawasan persawahan Dukuh Gunung Wijil, Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Sumarno, 38, warga Desa Kismoyoso Ngemplak yang menemukan dua arca tersebut di Boyolali, Rabu (23/3), menuturkan dua benda arca itu dia temukan saat menggali bongkahan batu besar di kawasan persawahan, desa setempat, Selasa (22/3).
Menurut dia, dua arca yang terbuat dari bahan batu andesit di dekatnya, juga ditemukan struktur bangunan dari batu bata ukuran besar model kuno. Ia pun kemudian melaporkan penemuan benda yang diduga bersejarah itu kepada pihak Museum Arca Boyolali, dan kemudian dilanjutkan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng di Prambanan.
Sumarno menambahkan, awalnya dia penasaran saat melihat bongkahan batu bata ukuran besar di kawasan lahan tersebut, hingga ia pun terus menggali dan akhirnya menemukan dua arca itu.
Setelah mendapat laporan, petugas dari BPCB kemudian mendatangi ke lokasi di Desa Giriroto untuk melakukan pengecekan.
Bagus Mujiyanto, salah satu staf BPCB Jateng mengatakan, dua arca yang ditemukan oleh warga merupakan arca bernama 'Mahakala' dan 'Nandiswara'. Arca itu biasanya ada atau dipasang sebagai penjaga pintu bangunan pada zaman Hindu.
Namun, pihaknya belum berani memastikan apakah penemuan batu bata ukuran besar oleh warga tersebut diduga situs bangunan candi. Menurut dia, berdasarkan temuan, terdapat struktur bangunan dari batu bata yang diduga bagian bawah atau pondasi.
Pihaknya yakin penemuan banyak batu bata tersebut diperkirakan bagian dari bangunan menara yang sudah roboh. "Kami melihat jenis batu bata yang berbeda ukurannya antara bagian bawah dengan atasnya," katanya.
Menurut Bagus, pihaknya melihat arca dan yoni dari batu andesit biasanya peninggalan pada zaman Kerajaan Hindu, yakni antara abad delapan hingga 12, adapun penemuan struktur batu bata itu diperkirakan peninggalan pada peralihan zaman Islam atau sekitar abad 13 hingga 14.
Kendati demikian, pihaknya segera melaporkan dan memberikan rekomendasi untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap penemuan benda-benda peninggalan bersejarah tersebut.
Rekomendasi akan dialamatkan kepada Balai Arkeologi, Jurusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, sebagai ahlinya untuk mendalami penyelidikan. (Ant/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved