Siswa MTs Ubah Air Limbah Cucian Beras Jadi Pembersih Lantai

M Yakub
23/3/2016 22:09
Siswa MTs Ubah Air Limbah Cucian Beras Jadi Pembersih Lantai
(Foto istimewa)

PRESTASI tiga pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Putra Putri Simo, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sangat inspiratif. Betapa tidak, tiga pelajar ini mampu mengubah air sisa cucian beras menjadi cairan pembersih lantai.

Dari karya inovatif ini, pelajar MTs Simo menyabet juara pertama dan kedua dalam Lomba Karya Daur Ulang (LKDU) tingkat SMP/MTs se-Karesidenan Bojonegoro. Ketiga siswa tersebut ialah Dananjaya Vikal Danis Suryana, Ahmad Bagus Muzakki, dan Fatih Ahmad.

Dananjaya mengungkapkan, dalam kajiannya, sisa cucian beras memiliki sejumlah zat bermanfaat, di antaranya mengandung nutrisi, fosfor, vitamin, mineral, fitonutrien, serta karbohidrat yang cukup tinggi. Dengan potensi yang dikandung air sisa cucian beras tersebut, ketiga siswa itu kemudian berinovasi untuk mengolah limbah tersebut menjadi pembersih lantai.

"Setiap hari semua rumah mempunyai limbah cucian beras, dari sinilah kita manfaatkan air bekas cucian beras sebagai anti bakteri pembersih lantai," terang Dananjaya, Rabu (23/3).

Ia menjelaskan, cara pembuatan anti bakteri pembersih lantai dengan memanfaatkan air cucian beras tidak terlalu sulit. Cara membuatnya, kata Dananjaya, sangat mudah, yakni hanya dengan mencampurkan air bekas cucian beras dengan air lemon.

Setelah dicampur dengan air lemon atau jeruk nipis, tambah dia, kedua bahan itu selanjutnya dimasukkan ke botol plastik atau wadah lainnya. "Setelah itu tinggal dikocok dan sudah bisa digunakan," pungkasnya.

Ahmad Bagus menambahkan, air lemon atau jeruk nipis berfungsi untuk menghilangkan bau beras. Proses setelah kedua bahan itu dicampur dengan dikocok, cairan itu harus didiamkan lebih dulu sekitar 2 menit. Setelah itu, cairan pembersih lantai siap digunakan untuk mengilapkan lantai rumah.

"Air lemon atau jeruk nipis, bisa kita dapatkan dari perasan buah jeruk," aku Muzaki.

Ahmad Zaini, pengajar di MTs Putra Putri Simo menambahkan, agar bisa bermanfaat bagi masyarakat umum, pihak sekolah berencana untuk menyosialisasikan kepada masyarakat umum agar lebih bermanfaat. "Sosialisasi ini akan kami lakukan mengingat hampir di setiap rumah pasti ada air sisa cucian beras," jelasnya.

Berkat penemuan yang bermanfaat bagi masyarakat tersebut, MTs Putra Putri Simo menyabet juara pertama dan kedua dalam LKDU tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Lamongan, Gresik, Mojokerto, Bojonegoro, dan Tuban, yang digelar MAN Lamongan dalam ajang Manela Maulid Festival 2016, beberapa waktu yang lalu. (MK/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya