Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 34 ekor sapi dan 9 ekor kerbau milik warga di Dusun Pelita, Desa Malimpung, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan sejak Februari mati dan telah dinyatakan positif terinfeksi bakteri antraks. Kondisi itu membuat Pinrang dinyatakan status kejadian luar biasa (KLB).
Selain menginfeksi dan mengakibatkan kematian pada ternak milik warga, tapi juga sudah menginfeksi warga setempat. Menurut laporan Tim Gerak Cepat Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, ada dua warga yang dinyatakan suspek antraks, yaitu Andi Firman, 18, dan Gunawan, 13.
"Sejak ditemukannya warga tersebut, maka pada 10 Maret lalu, ditetapkanlah KLB antraks dan didirkan Posko Pengaduan dan Penanggulangan Antraks di Puskesmas Pembantu Malimpu," jelas Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Nurul AR, Rabu (23/3).
Dua orang yang dinyatakan suspek Antraks tersebut, ternyata telah mengkonsumsi sapi yang belakan diketahui terinfeksi antraks. Keduanya mengalami demam, batuk, sakit kepala, gatal, mengigil, dan muntah.
Sementara 10 lainnya, yang merupaka satu keluarga dengan keduanya juga mengkonsumsi daging yang sama, tidak terinfeksi. "Bisa jadi, memang karena daya tahan tubuh keduanya rendah sehingga gampang terinfeksi penyakit. Meski demikian, 10 orang tersebut sepat mengalami demam, batuk dan sakit perut, tapi tidak separak keduanya, karena telah mengakibatkan luka," lanjut Nurul.
Jika masih ada warga yang mengaku mengalami gejala yang seperti disebutkan layaknya mengalami demam, pusing, mual atau sakit kepala, termasuk ada luka gatal, diminta segera memeriksakan diri ke Puskesmas agar bisa diberikan penindakan awal dan pengambilan specimen untuk dikirim ke Balai Besar Laboraorium Kesekatan (BBLK) Makassar.
"Kami pun menyarankan pada warga, agar tidak membeli daging sembarangan. Dan sebisa mungkin membeli daging di rumah potong hewan (RPH) setempat dan yang punya izin," tegas Nurul.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Pinrang telah meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan langkah antisipasi dan pengendalian, dengan menutup lalu lintas ternak di Kabupaten Pinrang, sampai tidak terjadi lagi kematian ternak. "Termasuk Melakukan sosialisasi bahaya dan pencegahan antraks," seru Aslam Patonangi, Bupati Pinrang.
Aslam juga meminta semua pihak terkait untuk mengendalikan antraks. "Selain dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), kami telah minta pihak TNI dan kepolisian untuk melakukan pengendalian secara komprehensif," tandasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved