Jakarta Ada Demo, Sertijab Kapolda Jabar Berjalan Singkat

Arief Pratama
22/3/2016 17:38
Jakarta Ada Demo, Sertijab Kapolda Jabar Berjalan Singkat
(Antara/Hafidz Mubarak A)

KEPALA Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat (Jabar) hari ini berganti pimpinan, dari pejabat lama Irjen Pol Moechgyarto kepada pejabat baru

Acara serah terima jabatan di lapangan Mapolda Jabar, Selasa (22/3), itu berlangsung dingkat dan sederhana.

Usai upacara penyerahan pataka Polda Jabar, pukul 10.15 WIB, keduanya baik pejabat lama dan pejabat baru langsung melakukan salam komando.

Namun, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgyarto harus langsung meninggalkan Polda Jabar secepatnya terkait aksi unjuk rasa para pengemudi taksi yang menolak transportasi online di wilayahnya. Aksi itu pun dilaporkan hingga menimbulkan kericuhan di sejumlah titik.

"Ini saya mau naik heli (helikopter) ke sana," ujar Moechgyarto singkat saat dicegat dan ditanya wartawan mengenai situasi kondisi di Ibu Kota.

Acara pelepasan atau perpisahan Kapolda Jabar lama pun dipastikan tidak akan berlangsung.

Sementara itu, Kapolda Jabar baru Irjen Pol Jodie Rooseto berjanji akan mengubah pola pikir (mindset) anggota polri dalam menjalani tugas profesionalisme sebagai anggota Polri.

"Mindset anggota Polri di Jabar harus diubah, menjadi profesional seutuhnya anggota Polri. Pemikiran saya ini disikapi banyaknya kejadian anggota Polri melakukan aksi bunuh diri, ada apa dan ada dampaknya. Ini akan kita ubah, agar polisi di Jabar profesional," ujar mantan Kapolwil Purwakarta itu.

Irjen Pol Jodie Rooseto sebelumnya menjabat sebagai Sespim Polri Lemdikpol diangkat menjadi Kapolda Jawa Barat menggantikan Irjen Pol Moechgyarto berdasarkan SK Kapolri Nomor Kep/223/II/2016-28-2 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan Polri.

"Saya mau teruskan program Pak Mugi. Saya lihat dulu kondisi organisasinya seperti apa, anggota, dan masyarakatnya seperti apa," ujarnya.

Jodie menambahkan, untuk menjalani masa jabatannya di Jabar, ia akan berusaha cepat beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang ada. "Saya pernah jadi kapolwil di Purwakarta dan lahir di Cimahi," tambahnya.

Salah satu fenomena kejahatan, yaitu terorisme di Jabar, dinilainya akan cepat tertangani. "Mudah-mudahan, di sini mungkin ada berbagai kantong teman-teman kita, insya Alloh moal tega (tidak akan sampai berulah)," tuturnya.

Selain itu, untuk program program terdekat, lanjut Jodie, mengenal dan memahami karakter dan dinamika internal jajaran Polda Jabar. "Belum ada. Ibarat dokter, kita diagnosa dulu, apakah ada yang geuring teu (sakit)? Kalau enggak ada ya teruskan," katanya. (AM/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya