Tunggakan Biaya Pendidikan SMA-SMK di Bantul Capai Rp21,5 Miliar

Agus Utantoro
22/3/2016 15:13
Tunggakan Biaya Pendidikan SMA-SMK di Bantul Capai Rp21,5 Miliar
(ANTARA)

MESKI sudah lulus sekolah tingkat SMA maupun SMK, ternyata banyak siswa yang tidak menyelesaikan biaya pendidikan yang seharusnya dibayar selama masa sekolah.

Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat, jumlah tunggakan para alumni sekolah SMA dan SMK di masing-masing sekolahnya itu mencapai Rp21,5 miliar.

“Data tunggakan itu masih dimungkinkan berubah karena saat ini pendataan masih terus berjalan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal Kabupaten Bantul, Masharun Ghazali, Selasa (22/3).

Ia menjelaskan, tunggakan tersebut terdiri dari Rp7,5 miliar untuk SMA dan Rp14 miliar untuk SMK. “Para alumni ini masih belum melunasi biaya-biaya selama pendidikannya,” jelasnya.

Masharun menyebutkan, akibat tunggakan itu, pihak sekolah menahan ijazah siswa yang belum melunasi kewajibannya. “Sebenarnya sudah sejak lama ada semacam (tunggakan) ini. Jauh sebelum saya menjabat kepala dinas,” katanya.

Secara tegas Masharun menyatakan tidak setuju jika sekolah kemudian melakukan penahanan ijazah. Meski, biaya pendidikan untuk tingkah SMA dan SMK ini merupakan sharing antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat.

Menurut dia, biaya pendidikan selama setahun di SMA sekitar Rp3 juta dan SMK sekitar Rp4,5 juta yang seharusnya dibayar lunas per tahun sebagai salah satu syarat mengikuti ujian semester. Namun tidak jarang sekolah mengizinkan siswa mengikuti walaupun siswa belum mampu melunasi
pembayaran.

“Jadi tertahannya ijazah di sekolah sebagai akibat. Rata-rata setiap alumni tunggakannya diperkirakan di kisaran Rp2 juta hingga Rp4 juta,” jelasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya