Tiga Warga Sukabumi Tewas di Dalam Sumur

Benny Bastiandy
20/3/2016 21:25
Tiga Warga Sukabumi Tewas di Dalam Sumur
(ANTARA/Budiyanto)

TIGA warga Kampung Cisande Girang RT 06/02, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ditemukan tewas di dalam sumur di Musala Al-Yunus di kampung setempat, Minggu (20/3).

Diduga, ketiganya kehabisan oksigen setelah menghirup asap yang ditimbulkan dari gas buang genset saat akan menguras sumur.

Berdasarkan informasi, kejadian itu bermula saat warga di kampung itu gotong-royong membersihkan sumur di musala karena tercium bau bangkai binatang.

Deden, 40, salah seorang korban, kebagian tugas membersihkan sumur sedalam sekitar 8 meter dan berdiameter 50 cm itu. Pengurasan sumur menggunakan alat bantu berupa genset yang tergantung di dalam sumur.

Namun saat berada di dalam sumur, Deden rupanya kehabisan oksigen karena kebanyakan menghirup asap Co2 dari gas buang genset. Deden pingsan sehingga tercebur ke dalam sumur.

Dedi, 50, korban lain, berupaya menolong dengan cara turun ke dalam sumur. Tak berselang lama Risman, 25, yang tak lain merupakan menantu Dedi, ikut juga ke dalam sumur untuk menolong. Naas, nasib keduanya pun sama.

Warga dibantu petugas Basarnas, BPBD, Pramuka, PMI, serta pemadam kebakaran berupaya mengevakuasi jasad ketiganya. Setelah hampir empat jam, jasad ketiganya berhasil diangkat. Petugas kali pertama mengangkat jasad Deden sekitar pukul 17.40 WIB. Kemudian jasad Dedi sekitar pukul 17.49 WIB, dan terakhir Risman sekitar pukul 18.08 WIB.

"Jenazah ketiganya akan segera dimakamkan karena keluarga menolak diotopsi," kata Camat Cicantayan Kurnia Lismana.

Kurnia memastikan ketiganya meninggal dunia akibat menghirup asap CO2 dari gas buang genset, bukan karena asap beracun. Kepastian itu setelah dirinya mengecek langsung menggunakan lilin, tetapi tidak ada reaksi. "Jadi, saya pastikan tidak ada gas beracun di dalam sumur," tegasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya