Pihak Bandara Adisutjipto Ingatkan untuk Tidak Salahgunakan Laser

Agus Utantoro
18/3/2016 23:55
Pihak Bandara Adisutjipto Ingatkan untuk Tidak Salahgunakan Laser
(ANTARA FOTO/Joko Sulistyo)

PENERBANGAN di atas Yogyakarta pada akhir-akhir ini mengalami gangguan yang dapat membahayakan pergerakan pesawat terbang. Gangguan penerbangan ini muncul terutama pada malam hari.

Kepala Dinas Operasi Lanud Adisutjipto Kol (Pnb) Bonang Bayuaji didampingi Kepala Penerangan dan Perpustakaan Adisutjipto Mayor (Sus) Giyanto, Jumat (18/3) menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir ini muncul sinar sejenis laser atau yang dikeluarkan melalui laser pointer atau laser strike yang diarahkan ke udara.

Sinar laser ini, ujar Bonang, dihidupkan dari darat dan diarahkan ke pesawat terbang yang sedang melintas pada malam hari. “Secara teknis memang tidak mengganggu atau merusak sistem pesawat terbang, namun menjadi sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan accident ataupun incident terhadap penerbangan tersebut apabila sinar laser mengarah langsung ke pilot,” ujarnya.

Bonang menambahkan, intensitas cahaya laser yang langsung mengenai mata dapat mengakibatkan kebutaan sementara. “Tentunya hal ini sangat berbahaya bagi penerbangan, apalagi pesawat yang melintas di atas Yogyakarta adalah pesawat-pesawat yang akan melaksanakan lepas landas atau yang akan mendarat. Pada posisi ini hampir tidak ada toleransi lagi bagi pilot untuk melakukan kesalahan pada saat terbang di ketinggian rendah tersebut,” tegasnya.

Gangguan laser strike, tambahnya, termasuk faktor paling berbahaya bagi pilot dalam mengendalikan pesawatnya. Kebutaan sementara akibat laser strike, jelas Bonang, akan berakibat fatal terhadap keselamatan awak pesawat, penumpang, dan orang lain di daratan.

Kadisops Lanud Adisutjipto pada kesempatan tersebut mengimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi menggunakan sinar laser untuk hal-hal yang tidak sesuai fungsinya, apalagi diarahkan ke pesawat terbang. “Perlu kepedulian kita semua dapat menyelamatkan orang lain,” tegasnya. (AU/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya