Ribuan Ayam Ternak di Lamongan Mati Mendadak

M Yakub
18/3/2016 22:32
Ribuan Ayam Ternak di Lamongan Mati Mendadak
(ANTARA/Sahrul Manda)

RIBUAN ekor ayam petelur milik sejumlah peternak di Desa Sembung, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mati mendadak. Diduga ayam-ayam itu terjangkit virus avian influenza atau flu burung (H2N1).

Ribuan ayam petelur itu mati mendadak secara bertahap. Kematian ribuan ayam itu dilaporkan pihak Dinas Peternakan setempat dan sedang dalam pengkajian.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, ribuan ayam petelur yang mati mendadak tersebut milik 10 peternak di Desa Sembung, Kecamatan Sukorame. Dari 10 peternak itu, salah satunya milik Ninik Murti Ningsih, warga desa setempat.

Peternak juga telah melaporkan matinya ribuan ekor ayam secara mendadak itu pada Dinas Peternakan Lamongan. Petugas kemudian mengambil sampel untuk mengujinya di laboratorium. Langkah itu dilakukan untuk mengetahui secara pasti apakah kematian ayam disebabkan virus H2N1.

Ninik Murti mengatakan, ayam-ayam miliknya mati secara mendadak dan bertahap hingga mencapai ribuan ekor. Akibatnya, ia pun mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

Ia mengungkapkan, hampir seribu ekor ayam mati dan sebelum mati, kondisi matanya terlihat bengkak dan kepalanya membiru. "Tiba-tiba saja mati dan berulang secara bertahap," keluhnya saat ditemui, Jumat (18/3) siang.

Dinas Peternakan setempat sudah melakukan penyemprotan disinfektan terhadap kandang ayam dan ribuan ayam lain. Termasuk, juga sudah melakukan uji lab terhadap ayam yang mati mendadak tersebut.

Penyemprotan disinfektan itu dilakukan sebagai upaya pengendalian agar virus tidak menyebar.

Selain itu, lanjut dia, peternak ayam juga telah membuat lubang dan mengubur sisa kotoran dan bangkai ayam di dalam tanah. "Dinas terkait memang datang untuk mengecek ayam-ayam kami," jelasnya.

Dalam pelaksanaan pengujian lab terhadap ayam yang mati mendadak tersebut, dinas peternakan Lamongan bekerja sama dengan Dinas Peternakan Provinsi Jatim menerjunkan sejumlah peneliti. Di antaranya, dari Universitas Airlangga dan dari Avian Influenza Riset Center yang di dalamnya juga terdapat peneliti dari Jepang.

Dia menjelaskan, para peneliti mengambil sekitar 20 sampel dari peternak dan penjual di lokasi kejadian. Di samping menyerang ayam petelur milik Ninik, dugaan flu burung juga menyerang ribuan ekor ayam petelur milik 9 peternak lainnya. Bahkan, penyakit mematikan ini juga mengakibatkan ribuan ayam potong mengalami nasib serupa. (YK/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya