Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERPIHAKAN pemerintah terhadap sektor pertanian masih dirasa kurang. Padahal, pertanian memiliki potensi yang besar untuk menyejahterakan masyarakat jika dikelola dengan baik.
Ketua Gerakan Nelayan dan Tani Indonesia (Ganti) Jawa Barat Pamriadi mengatakan, kondisi pertanian di Tanah Air semakin tertinggal dari negara lain. Seharusnya, lahan yang luas dan subur serta jumlah penduduk yang banyak merupakan keunggulan dalam mengembangkan agroindustri ini.
Menurut dia, tidak mengherankan apabila masih banyak petani lokal yang belum menikmati hasil jerih payah mereka dalam bertani. Selain jumlah produksi yang tidak optimal, produk pertanian lokal pun mendapat gempuran dari barang impor.
"Hasil produksi kita sulit berswasembada," katanya saat beraudiensi dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jabar di Graha Kadin Jabar, Bandung, Jumat (18/3).
Hal itu diperparah oleh buruknya tata niaga di Tanah Air. Banyaknya rantai pasok pertanian mengakibatkan harga jual dari petani jauh di bawah harga pasaran.
"Sistem pasar kita pun belum memberikan keberpihakan yang erat. Harga jual petani jauh dengan di pasar," katanya seraya menyebut maraknya alih fungsi lahan turut menambah persoalan.
Kondisi ini berbeda jauh dengan negara tetangga seperti Thailand. Menurutnya, pertanian Thailand berkembang pesat, bahkan menjadi tolok ukur agroindustri dunia.
"Banyak mekanisme yang baik di Thailand. Thailand mampu menjadi penyedia komoditi agro di pasar global," katanya.
Tidak hanya itu, dia pun berharap pemerintah maupun pihak terkait lainnya memberikan informasi yang baik mengenai peluang di pasar luar negeri.
"Kami juga meminta Kadin mencarikan pasar untuk produk pertanian kita, sehingga ketika petani panen, mereka tidak kebingungan akan menjual ke mana," katanya. Ia pun menyebut informasi bahwa Singapura memerlukan kentang sebanyak lima ton untuk setiap pekannya.
Sementara itu, Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal S membenarkan kondisi pertanian Tanah Air malah semakin terpuruk. Menurutnya, diperlukan sejumlah perbaikan terutama menyangkut tata niaga di Indonesia.
"Kita sadari kebutuhan pokok masih tergantung dari luar negeri. Beras, daging, dan gula. Ada yang salah, padahal kekayaan kita luar biasa," katanya.
Selain itu, kata Agung, petani lokal kurang diperhatikan seperti sulit mendapat kredit untuk menambah modal. "Political will perlu didorong. Jangan ke industri, padahal basic kita petani dan nelayan," pungkasnya. (AM/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved