Anugerah Satu Indonesia Jaring Pemuda Kreatif di Aceh

Ferdian Ananda
17/3/2016 23:30
Anugerah Satu Indonesia Jaring Pemuda Kreatif di Aceh
(ANTARA/Mulawarman)

KEHADIRAN grup otomotif PT Astra International Tbk melalui ajang Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Award di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Kamis (17/3), agar lebih dekat dengan pemuda kreatif di daerah sekaligus mengpresiasi mereka yang berkontribusi positif untuk lingkungan dan masyarakat sekitarnya.

Salah seorang dewan juri SATU Indonesia Award Riza Deliansyah mengatakan, ajang yang digagas Astra itu sebagai bentuk kontribusi dan apresiasi kepada pemuda yang masih peduli dan punya aksi nyata serta kreatif dalam memberdayakan kepentingan masyarakat.

"Ajang ini ingin menjaring anak-anak di Nusantara yang menjalankan program untuk masyarakat. Mereka yang punya program demi kepentingan masyarakat akan diangkat dalam ajang SATU Indonesia Award. Harapannya, mereka bisa terkenal dan menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya," kata Riza kepada Media Indonesia, Kamis (17/3).

Dalam ajang yang digelar untuk kali keenam itu, lanjut dia, Astra kembali mencari mutiara-mutiara penerang Indonesia untuk ditampilkan dan menginspirasikan orang lain. Menurutnya, mereka akan menilai para kandidat melalu sisi motivasi, program yang orisinil, proses pelaksanaannya dengan sejumlah hambatan dan sisi keberlangsungannya.

"Dinilai dari sisi motivasi, apakah motivasi uang atau pemberdayaan masyarakat. Kegiatannya orisinil atau tidak, hambatannya bagaimana, dan sisi keberlangsungannya nanti. Makanya kita minta program yang sudah berjalan satu tahun, kita mau lihat selama setahun dia kuat atau tidak. Kenyataannya, jika satu atau dua tahun biasanya akan berkelanjutan. Kalau kurang setahun belum bisa didaftar," sebut Riza yang menjabat Head of Environment and Social Responsibility PT Astra International.

Menurutnya, SATU Indonesia Award memilih pemuda sebagai target lantaran ajang ini diawali dengan mengusung semangat memperingati Sumpah Pemuda sejak 2010. Penganugerahan ajang ini memang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober.

"Penghargaan kan banyak, bukan berarti kita tidak menghargai orang yang berumur. Tapi kita ingin mengajak Indonesia ini lebih baik, kebiasaan dan umumnya yang punya kesempatan untuk lebih lama berkarya itu anak-anak muda dan sesuai semangat juang Sumpah Pemuda. Jadi, kalau umur di atas 35 tahun, nanti ada program yang lain," katanya.

Adapun prestasi untuk penghargaan ini dikategorikan dalam lima bidang, yaitu lingkungan, pendidikan, teknologi, kesehatan, dan ekonomi/kewirausahaan.

Antusiasme peserta tiap tahunnya, kata Riza, juga semakin meningkat. Anak-anak muda yang mengikuti program tersebut hampir merata dan sesuai latar belakang keahliannya. "Seperti pendidikan, Indonesia memang perlu dukungan anak muda di bidang pendidikan. Lingkungan di Indonesia juga perlu dijaga, bahkan di dunia susah mencari daerah tropis yang alamnya seperti Indonesia. Jadi, semangat untuk menjaga alam Indonesia harus digaungkan. Begitu juga banyak anak muda yang mengajukan program tentang lingkungan, ada mangrove, keanekaragaman hayati. Ekosistem menyelamatakan air," ungkapnya.

Dalam bincang inspiratif dengan tema 'Pengembangan Inisiatif Ekonomi Berbasis Sumber Daya Lokal dan Berkelanjutan' di Kampus Unsyiah, Astra berusaha mendekatkan diri dengan mereka yang memiliki kreativitas di daerah. Tema UKM yang dipaparkan itu dinilai tepat karena Aceh memilki nilai sejarah perdagangan. Banyak pedagang Aceh yang tersohor.

"Di Aceh bisa aja dibuat tema pendidikan atau lingkungam. Namun, kita ingin semangat wirausaha kembali digelorakan di Aceh. Kita harapkan usaha pemuda Aceh lebih kreatif dan mampu memberdayakan masyarakat. Aceh punya nilam, karet, pinang, dan sawit. Seharusnya bukan sampai CPO-nya saja, tapi produk unggulan yang akan dihasilkan apa. Nah potensi itu ingin kita gali dengan topik UKM yang dibawakan ke Aceh," tuturnya.

Ia ingin mengajak pemuda di Aceh sama-sama dalam mengerjakan sesuatu yang memiliki proses karena akan menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat. Ia berharap para pemuda itu akan menjadi agen perubahan di daerah masing masing. Adapun potensi pemuda Aceh untuk maju cukup besar, baik dari sisi sumber daya alam dan sumber daya manusianya. Terlebih, Aceh dekat dengan Singapura dan Malasyia.

"Harusnya itu membuka mata pemuda Aceh dalam menggelola potensi yang sudah ada. Alamnya mendukung, aspek politik ekonomi juga sangat besar. Kita harus sadar, semua butuh proses, tidak ada sesuatu yang didapatkan tanpa proses. Nah kesempatan untuk melakukan proses itu harusnya bisa dimanfaatkan."

Hal senada disampaikan pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan Tri Mumpuni, yang juga mengisi diskusi bincang inspiratif. Menurutnya, SATU Indonesia Award sebagai sarana terbaik menemukan dan menghadirkan pemuda yang menginspirasi pihak lain agar bisa berbuat yang sama demi negeri yang lebih baik.

"Aceh memiliki potensi yang tidak kalah dari kota-kota lainnya, hanya saja aksesnya masih kurang. Saya berharap pada tahun ini, semakin banyak pemuda pemudi dari luar Pulau Jawa yang sudah dan akan mau untuk selalu berkontribusi pada bangsa," katanya.

Sementara itu, Novianto, pemenang SATU Indonesia Award 2012, mengaku telah merasakan manfaat menginspirasi banyak orang atas keterlibatannya dalam memberdayakan masyarakat lokal dengan pengembangan susu sapi menjadi produk unggulan di Boyolali, Jawa Tengah.

"Kepedulian saya secara ekonomi pasti. Namun, akses dan kepedulian terhadap masyarakat juga mengerakkan saya untuk berkontribus lebih jauh. Sementara, melalui pembinaan yang Astra berikan saya mendapatkan solusi ketika hambatan itu datang. Bahkan, Astra sangat serius dan objektif dalam menyelenggarakan program ini," pungkasnya. (FD/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya