Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN orang dari Ormas Pemuda Pancasila Surabaya mengepung Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, menyusul keluarnya surat perintah penyidikan (sprindik) terhadap Ketua Kamar Dagang dan Industri Jatim yang juga Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattaliti dalam kasus korupsi dana hibah.
Sebelum menyerbu Kantor Kejati Jatim, mereka lebih dulu mendatangi rumah Kepala Kejati Jatim Marulli Hutagalung di Jalan Kusuma Bangsa Surabaya. Di rumah itu, ratusan orang itu memasang topeng kertas bergambar wajah Marulli.
Seusai memasang topeng kertas sebagai simbol penyegelan, massa kemudian melanjutkan perjalanan aksinya menuju Kantor Kejati di Jalan Ahmad Yani. Sesampainya di sana, ratusan simpatisan La Nyalla itu kemudian menggelar orasi. Mereka mencaci maki kejaksaan yang dianggap salah dalam mengeluarkan sprindik.
Mereka menganggap persoalan yang ditimpakan kepada La Nyalla yang juga Ketua PP Jatim sangat tidak benar dan bermuatan politik. Aksi di depan kantor Kejati sempat terjadi saling dorong antara polisi dan massa. Aksi dorong itu terjadi karena sebagian perwakilan PP tidak bisa masuk ke dalam kantor Kejati.
Tuntutan yang mereka sampaikan, yakni meminta Kejati agar mencabut status La Nyalla sebagai tersangka dalam kasus korupsi penyalagunaan dana hibah Kadin Jatim pada 2012.
"Mestinya Kejati Jatim sudah tahu bahwa kasus ini sudah selesai. Tetapi mengapa dibuka kembali, dan sekarang ketua kami yang dijadikan tersangka," kata Basuki, salah seorang pengurus PP Suko Manunggal Surabaya.
Perwakilan aksi diterima staf Kejati Jatim. Mereka tetap bersikeras agar status tersangka yang ditetapkan pada La Nyalla dicabut. Mereka menduga ada permainan politik tingkat tinggi sehingga La Nyalla dijadikan tersangka.
"Ada apa tiba-tiba dijadikan tersangka, padahal kasusnya sudah selesai," katanya.
Kendati dituntut mencabut, Kejati tetap enggan menuruti permintaan massa tersebut, apalagi alat bukti yang diterima pihaknya sudah sangat kuat untuk menjadikan La Nyalla tersangka.
Dihubungi secara terpisah, La Nyalla menyatakan tetap akan memimpin PSSI meski telah dinyatakan sebagai tersangka oleh Kejati Jatim. "Kalau saya tidak menjadi Ketua PSSI, maka PSSI akan diambil oleh mafia sepak bola," kata La Nyalla dalam pesan singkat yang diterima Media Indonesia. (FL/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved