Bayi Meninggal Diduga Akibat Malapraktik

Dwi Apriani
17/3/2016 21:34
Bayi Meninggal Diduga Akibat Malapraktik
(ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A)

SEORANG bidan di Palembang, Sumatera Selatan diduga melakukan malapraktik. Akibatnya, seorang bayi laki-laki meninggal saat dilahirkan.

Bayi laki-laki yang meninggal saat dilahirkan merupakan anak pasangan Irwansyah-Rusmiati. Peristiwa mengenaskan itu terjadi pada Kamis (17/3) siang saat Rusmiati menjalani proses persalinan di rumah Bidan I di Jalan KH Azhari, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang.

Saat lahir, bayi yang diberi nama Muhammad Riski telah meninggal dunia dengan kondisi leher patah. Tidak hanya itu, tali pusar Muhammad Rizki juga telah lepas.

Irwansyah, warga Lorong Beringin Jaya, RT 18, RW 05, No C50, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, mengaku, Bidan I sempat menyatakan jika Muhammad Rizki tersebut lahir dalam keadaan terlilit tali pusar dan sungsang.

"Waktu dengar lahir sungsang. Istri saya sudah minta operasi caesar saja. Tetapi bidannya ngomong tidak usah, bisa dilahirkan normal," ujar Irwanyah.

Irwansyah sangat terkejut mendapat kabar bahwa anak keduanya itu lahir dalam keadaan meninggal. "Katanya meninggal di kandungan. Tetapi kondisi leher anak saya itu patah. Logikanya, kalau memang meninggal tiga hari dalam kandungan, kenapa baru hari ini perut istri saya sakit. Kandungannya pun sudah pas sembilan bulan," kata Irwansyah.

Irwansyah curiga ada kesalahan saat proses kelahiran anaknya/ "Pasti ada kesalahan waktu anak saya dilahirkan. Kami mau lapor polisi. Anak
tetangga saya juga lahir di sana dan meninggal. Tapi mereka tak berani lapor," kata Irwansyah.

Terpisah, Bidan I saat ditemui ditempat praktiknya membantah telah melakukan kesalahan saat melahirkan. Pada saat proses kelahiran dia berpatokan kepada data KIA. Disana tertulis kondisi bayi dalam keadaan sehat dan posisi kepala berada di bibir rahim.

"Tetapi, setelah dilahirkan ternyata pantatnya dulu. Itupun ternyata sudah meninggal kisaran dua sampai tiga hari di dalam kandungan,"
cetusnya menyangkal.

Mengenai kondisi bayi yang patah leher, Indyanti menjelaskan, itu dikarenakan kondisi bayi yang meninggal dalam kandungan tulangnya telah lunak.

"Bayi, kalau meninggal dalam kandungan, tulangnya lunak. Bahkan bisa dilipat. Jadi yang salah itu, data dari KIA puskesmas yang menyatakan bayi kondisi sehat. Tapi nyatanya meninggal. Memang kedua orang tua bayi tidak pernah cek kesini waktu mengandung," pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya