Warga Bentrok dengan Karyawan Akibat Sengketa Lahan

Rudi Kurniawansyah
17/3/2016 21:14
Warga Bentrok dengan Karyawan Akibat Sengketa Lahan
(Ilustrasi--ANTARA/Yusran Uccang)

SEDIKITNYA tiga petugas keamanan kritis dan puluhan karyawan mengalami luka berat dan ringan saat terjadi bentrokan antara perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Rimba Lazuardi dan ratusan warga Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Kamis (17/3).

Selain itu, satu bus karyawan dibakar, dua mobil patroli kebakaran hutan milik TNI/ Polri juga dirusak dan dibakar. Satu mobil perusahaan yang digunakan petugas keamanan dibakar serta satu mobil milik salah seorang manajer perusahaan itu dirusak.

Warga yang mengamuk juga membakar lima eskavator, satu motorgreder, dua unit genset milik perusahaan, serta lima sepeda motor karyawan.

"Tangan seorang petugas keamanan perusahaan nyaris putus karena ditebas senjata tajam oleh penyerang," ungkap Kapolres Indragiri Hulu Ajun Komisaris Besar Ari Wibowo, Kamis (17/3).

Ia menjelaskan, peristiwa penyerangan diketahui terjadi pada Rabu (16/3) sekitar pukul 13.00. Diduga penyerangan itu merupakan buntut dari aksi pemukulan yang dilakukan petugas keamanan perusahaan terhadap salah seorang warga terkait sengketa lahan di konsesi perusahaan HTI tersebut.

Sementara itu, Humas PT Rimba Lazuardi Abdul Hadi mengatakan, kejadian bentrokan bermula saat ratusan orang tak dikenal bersenjata tajam mendatangi karyawan yang sedang bekerja dalam konsesi.

Tanpa ada pembicaraan lebih dahulu, semua orang tak dikenal itu langsung menyerang tim patroli, keamanan, dan karyawan yang berada di lokasi. Tanpa mengetahui penyebabnya serta melihat brutalnya massa, semua karyawan pun melarikan diri ke camp (tenda) dan kantor perusahaan untuk menyelamatkan diri.

"Namun, massa tetap mengejar semua tim dan karyawan secara membabi buta dan merusak kantor, camp, alat berat, dan mobil yang ada di lokasi," jelasnya.

Selain merusak dan membakar, semua mes karyawan dan isinya juga turut dirusak massa. Sebuah bangunan musala juga dirusak dan dijarah. Begitu pula isi perumahan karyawan juga ikut dijarah. "Kerugian sementara diperkirakan puluhan milliar rupiah," ujarnya. (RK/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya