Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI Jalan Cihanjuang, persisnya dekat Kantor Desa Cihanjuang Rahayu, Kabupaten Bandung Barat, rusak parah dan bergelombang. Kerusakan jalan itu disebabkan genangan air hujan dan saluran drainase yang tersumbat.
Pengendara, khususnya roda dua, harus berhati-hati saat musim hujan seperti sekarang. Sebab, struktur jalan yang bergelombang, berlubang, bahkan rusak banyak sekali ditemui di sepanjang jalan tersebut sehingga membahayakan jiwa mereka.
Sangat mudah menemukan pengendara roda dua yang terjebak dalam kubangan air di jalan yang sangat ramai dilalui itu. Pasalnya, itu merupakan akses terdekat warga yang akan bepergian dari Bandung Barat ke Kota Cimahi, begitu juga sebaliknya.
Dasep, 27, warga setempat menuturkan, perbaikan jalan pernah dilakukan menjelang Lebaran lalu. Tapi, kondisi jalan hanya bertahan sebentar lantaran perbaikan hanya menambal bagian yang rusaknya saja.
"Cuma bertahan sebentar, jelang hari Lebaran jalan sudah rusak lagi. Perbaikan jalan hanya ditutup batu-batu kecil lalu diaspal, sepertinya asal-asalan," keluh Dasep, Kamis (17/3).
Kerusakan jalan mulai terjadi sejak di depan SMP Parongpong sampai batas Desa Cihanjuang Rahayu yang berjarak sekitar 3 km. Kondisi jalan yang rusak ditambah kurang lebarnya jalan membuat kemacetan juga sering terjadi.
"Macetnya sih enggak terlalu parah, paling saat bubaran sekolah saja, karena angkot menunggu penumpang anak sekolah di pinggir jalan," ungkapnya.
Menurut dia, hingga saat ini belum ada tanda-tanda jalan akan diperbaiki oleh pemerintah daerah setempat. Meski sangat berharap jalan segera diperbaiki, dia meminta pemerintah mendahulukan perbaikian saluran drainase.
"Kalau jalan diperbaiki tapi drainasenya tidak, nanti pasti gampang rusak lagi. Soalnya yang jadi masalah di sini itu enggak ada saluran drainase," bebernya.
Deden, 36, seorang pengendara mengaku khawatir melewati jalan ini terlebih pada malam hari. Selain kondisi jalan yang rusak, Jalan Cihanjuang juga minim penerangan.
"selepas Magrib, jalan raya suka enggak terlihat. Hujan yang disertai kabut sering menghalangi pandangan pengendara. Lebih baik cari alternatif jalan lain saja," tuturnya.
Sebagai jalan yang banyak dilalui kendaraan, lanjut dia, pemerintah harusnya memperhatikan sarananya. Jangan sampai ada pengendara yang akhirnya celaka karena rusaknya jalan akibat kurangnya perhatian dari pemerintah.
"Lampu penerangan jalan juga perlu untuk mengantisipasi tindak kejahatan. Siapa yang tahu, ada pihak yang ingin memanfaatkan rusaknya jalan dan tidak adanya lampu penerangan dijadikan sebagai modus tindak kejahatan," jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat Aa Umbara Sutisna meminta pemerintah segera menanggapi keluhan masyarakat terkait buruknya sarana jalan raya. Namun, ia mengingatkan pemerintah lebih selektif memilih pemenang tender (kontraktor) sebagai rekanan dalam proses pembangunan infrastruktur pada tahun anggaran 2016.
"Dinas Bina Marga harus jeli dan teliti membedakan mana kontraktor mana calo. Jangan sampai kontraktor yang dipilih itu, tidak memiliki modal dan justru dijual ke subkontraktor lain," ujar Aa Umbara.
Aa Umbara mengungkapkan, pada Maret-April ini merupakan waktu proses lelang yang dilakukan pemerintah untuk memilih rekanan yang benar-benar profesional. Sebagai contoh, pihaknya sering melihat jalan yang baru diperbaiki, tapi dalam waktu 6 bulan sudah rusak lagi dan itu hampir ditemui di seluruh jalan di kabupaten.
Menurut Aa, tidak mungkin setiap tahun pemerintah menganggarkan untuk perbaikan jalan. Tahun ini saja, kata dia, anggaran infrastruktur yang terdiri dari pembangunan jalan, perbaikan drainase dan lainnya kurang lebih mencapai angka Rp160 miliar.
"Tidak mungkin kita anggarkan terus dengan nilai besar setiap tahunnya untuk perbaikan jalan. Seharusnya kekuatan jalan itu sampai 3 tahun, bukan malah 6 bulan sudah rusak lagi," tegasnya. (DG/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved