Serangan di Sinak Dilakukan Kelompok Yambi

Marcelinus Kelen
16/3/2016 19:54
Serangan di Sinak Dilakukan Kelompok Yambi
(ANTARA FOTO/Ismawan Nugraha)

AKSI serangan bersenjata yang menewaskan empat orang di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, Selasa (15/3) diyakini dilakukan oleh kelompok Yambi. Hal tersebut diungkapkan Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw, Rabu (16/3).

Menurut Kapolda, dua hari sebelum serangan terhadap pekerja PT Modern terjadi, kelompok Yambi sempat melakukan kontak senjata di sekitar Distrik Mulia. "Mereka mundur ke wilayah Sinak, yang kemudian ketemu karyawan PT. Modern, hingga akhirnya membuat kekerasan yang menewaskan empat orang," ucapnya.

Menurut, Kapolda kelompok kriminal bersenjata (KKB) memang kerap melakukan aksi di Kabupaten Puncak. "Wilayah ini dianggap segitiga hitam, rawan kekerasan yang dilakukan oleh KKB, kelompok Puncak, Puncak Jaya dan Lanny Jaya. Dari Desember 2015-Maret 2016 ini saja, sudah ada tiga catatan, di wilayah Puncak dan Puncak Jaya," katany.

Menurut Kapolda, selama ini ada tudingan ada kepada aparat penegak hukum yang melakukan kekerasan. Tapi kenyataannya yang menjadi korban adalah aparat penegak hukum dan masyarakat biasa yang dilakukan KKB.

"Sesungguhnya mereka jelas tidak ada hubungannya dengan sesuatu organisasi. Saya lihat di sini kepentingan mereka untuk mempertahankan sebagai kelompok pengacau. Ujung-ujungnya mereka menunjukkan eksitensi dengan merampas senjata dan menganiaya, membunuh serta kemudian melakukan kekerasan" paparnya.

Di sisi lain, keluarga empat korban tewas dalam serangan di Sinak menuntut kepolisian mengungkap tuntas kasus tersebut.

"Saya meminta aparat menangkap mereka, masa negara yang besar ini kalah sama kelompok yang sering buat kekacauan disana," ujar Frangky Demena, salah satu keluarga korban.

Serangan yang dilakukan KKB itu menewaskan Yohanis Tiku atau Anis, Andreas Domena (Operator Dozer), Daud Demetow Domena (Helper Dozer) dan David Domena (Operator Excavator). (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya