Aparat Terus Awasi Gerakan IS di Jatim

Faisol Taselan
16/3/2016 19:46
Aparat Terus Awasi Gerakan IS di Jatim
(ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

APARAT keamanan terus memantau pergerakan warga Indonesia yang diduga terkait jaringan terorisme serta bergabung dalam Islamic State (IS). Tiga warga Jawa Timur saat ini dalam pengawasan intelijen karena diduga terkait IS.

"Dua orang eks napi teroris asal Surabaya sekarang menjadi donatur ISIS sedangkan satu lainnya bertugas merekrut anggota," kata Kepala Badan Intelkam Mabes Polri, Komjen Joko Mukti saat memberikan paparan dalam acara Rapat Peningkatan Keamanan dan Ketertiban di Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Rabu (16/3).

Lebih jauh, Joko mengatakan anggota IS asal Jawa Timur yang terdeteksi kepolisian berjumlah 173 orang. Rinciannya kelompok inti beranggotakan 73 orang, pendukung 20 orang dan simpatisan 75 orang.

"Anggota IS asal Indonesia terbesar berasal dari Jawa Barat, lalu Jawa Timur (173) dan Jawa Tengah (168)," ungkapnya.

Berdasarkan data Mabes Polri, WNI yang ada di Suriah bergabung dengan kelompok IS sebanyak 468 orang. Kemudian yang mau berangkat ke Suriah dari berbagai jalur sebanyak 62 orang dan yang sudah kembali ke Indonesia sebanyak 43 orang, lalu yang dideportasi ke Indonesia dan ditemukan sebanyak 249 orang serta yang meninggal dunia sebanyak 59 orang.

"WNI yang terdata gabung dengan IS sebanyak 1.085 orang, meliputi kelompok inti 535 orang, pendukung 246 orang, dan simpatisan 296 orang. Mereka ini tersebar dan terus dipantau pihak kepolisian," katanya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya