BPBD Karawang Antisipasi Banjir Kiriman dari Bandung

Cikwan Suwandi
16/3/2016 19:28
BPBD Karawang Antisipasi Banjir Kiriman dari Bandung
(ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Jawa Barat, terus melakukan pemantauan tinggi muka air (TMA) Sungai Citarum yang dikhawatirkan akan meninggi akibat banjir kiriman dari Kabupaten Bandung.

Sekretaris BPBD Karawang Supriatna mengatakan, meski saat ini TMA Bendung Jatiluhur masih terbilang masih aman, pihaknya telah mengawasi air kiriman.

Ia menambahkan, banjir besar di Karawang disebabkan kiriman dua wilayah di antaranya Kabupaten Bandung melalui Sungai Citarum, dan Kabupaten Bogor melalui Sungai Cipamingkis ke arah Sungai Cibeet.

"Pada 2010, kiriman Kabupaten Bandung menyebabkan TMA Jatiluhur melebihi 110 meter. Akibatnya, 26 kecamatan di Karawang terendam," ungkapnya kepada Media Indonesia, Rabu (16/3).

Saat ini, kondisi TMA Jatiluhur masih dibatas aman, yakni 101,52 meter. Selain itu, kondisi perbaikan tailrace pengeringan inspeksi Jatiluhur masih terus dilakukan, sehingga amat mungkin akan berdampak kepada TMA Bendung Jatiluhur ketika banjir Kabupaten Bandung surut.

"Karena perbaikan itu, saat ini air keluar (outflow) Jatiluhur sebesar 100 m3/detik," ungkapnya.

Dia berharap, kejadian banjir kiriman di Karawang dapat dihindari. "Pemantaun dini kita lakukan melalui koordinasi dengan PJT (Perum Jasa Tirta) 2 dan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Citarum. Insya Allah tidak akan terjadi seperti enam tahun lalu. Namun hujan dari dua hulu sungai lebih riskan menyebabkan banjir," katanya.

Di sisi lain, Supriatna mengaku lega dengan turunnya surat dari BBWS Citarum yang menyatakan akan memperbaiki enam tanggul rawan banjir melalui anggaran APBN.

"Suratnya sendiri sudah turun ke kita. Mereka akan melakukan perbaikan tanggul di akhir Maret ini," imbuhnya.

Beberapa tanggul yang diperbaiki itu di antaranya Cikelor di Desa Amansari, Blok Tangkil dan Lolohan di Desa Kutaampel, Blok Tengah 1 dan Blok Kramat di Desa Telukbuyung, serta Tambunsari di Desa Karyamakmur.

"Semua merupakan hasil dari pemantauan kita sejak musim kemarau kemarin," katanya. (CS/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya