Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR yang melanda kawasan Bandung Selatan mengakibatkan turunnya pendapatan angkutan umum (angkot) yang melalui jalur Dayeuhkolot.
Sejak Sabtu (12/3) lalu, jalur Dayeuhkolot terputus akibat genangan banjir. Kondisi itu sangat dikeluhkan oleh para pengemudi angkot.
Seperti dituturkan oleh Supriyatna, 38, supir angkot Banjaran-Tegalega, mengeluhkan pendapatannya yang turun selama banjir melanda.
"Ya sangat disayangkan, solusi pemerintah tidak ada. Setiap banjir besar kami terkena dampak karena setoran berkurang," ujar Supriyatna saat ditemui di sela kondisi macet menuju Kota Bandung dari arah Banjaran, Rabu (16/3).
Supriytatna menambahkan, jika terjadi banjir besar di Dayeuhkolot, untuk menjalankan satu putaran pulang pergi (rit) saja bisa menempuh 6 jam. jam.
"Biasanya sehari bisa 3 sampai 4 rit, ini satu rit saja harus menunggu 5 sampai 6 jam karena macet total dampak banjir," keluhnya.
Dia oun bersama pengemudi angkot lainnya, berharap agar banjir segera surut. Begitu pula solusi dari pemerintah daerah diharapkan dapat menenangkan warga.
"Ya kami hanya bisa berharap ada solusi konkret mengatasi banjir ini, karena dampaknya kemana mana juga," terangnya.
Rabu pagi kawasan jalur Bojongsoang kembali macet total akibat banjir yang melanda sejak Sabtu lalu menggenangi kawasan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, belum juga surut hingga pagi ini.
Bahkan, ketinggian air banjir kembali naik sejak Selasa (15/3) malam akibat guyuran hujan deras yang mengguyur kawasan itu sejak sore harinya.
Berdasarkan pantauan Media Indonesia Rabu (16/3) pagi, kawasan Pasar Dayeuhkolot hingga kawasan Cieunteung masih terendam banjir setinggi 80 cm hingga 1,4 meter.
Akibat banjir yang belum juga surut, arus lalu lintas menuju Kota Bandung dari arah Bojongsoang macet total sejak pukul 6.00 WIB.
Ribuan kendaraan roda dua dan empat terjebak di kawasan simpang Baleendah. Seperti dituturkan Dadang, 31, warga Banjaran, yang sudah terjebak hampir 2 jam sejak pukul 07.30 pagi di kawasan Bojongsoang. "Sudah dua jam macet," paparnya.
Meski diatur oleh Polantas, kemacetan parah tak terhindarkan. (AM/BU/EM/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved