Puluhan Ternak di Pinrang Mati Akibat Antraks

Lina Herlina
16/3/2016 15:34
Puluhan Ternak di Pinrang Mati Akibat Antraks
(ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)

SERANGAN antraks di Sulawesi Selatan patut diwaspadai. Hingga kini, 24 ekor sapi dan kerbau di Desa Malimpung, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan mati dan dinyatakan positif antraks oleh pihak Balai Besar Veteriner di Kabupaten Maros.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Sulsel Nurul AR, kejadian tersebut terjadi sejak 16 Februari lalu. "Dinas Pertanian dan Peternakan juga telah berkoordinasi untuk mengendalikan kemungkinan terjadinya zoonosis atau menular ke manusia," jelasnya, Rabu (16/3).

Bupati Pinrang Aslam Patonangi meminta semua pihak terkait di sana untuk mengendalikan antraks. "Selain dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), kami juga minta pihak TNI dan kepolisian untuk melakukan pengendalian secara komprehensif," tegasnya.

Nurul menambahkan, hingga saat ini, sudah sekitar 43 ekor sapi dan kerbau warga yang mati. "Yang menjadi masalah karena 34 kasus diantaranya bangkai tidak ditemukan. Ada informasi yang mengatakan jika sapi yang terinfeksi bakteri antraks di potong lalu dijual. Hanya saja, hingga saat ini belum ada laporan adanya warga terinfeksi," urainya.

Meski demikian, pemkab dan pihak terkait telah melakukan langkah antisipasi dan pengendalian, dengan menutup lalu lintas ternak di Kabupaten Pinrang, sampai tidak terjadi lagi kematian ternak. "Termasuk Melakukan sosialisasi bahaya dan pencegahan antraks," tambah Aslam Patonangi, Bupati Pinrang.

Nurul juga menyebutkan, jika sudah melakukan vaksinasi di 11 desa yang berbatasan dengan desa yang terinfeksi antraks. "Lokasi kejadian ini juga berbatasan dengan Desa Kulo, Kabupaten Sidrap, yang memang endemik antraks. Jadi kami menduga terjadi perdagangan ternak yang tidak memenuhi syarat," pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya