Tulang Bawang Rusuh, Dua Orang Tewas

Ahmad Novriwan
11/3/2016 21:33
Tulang Bawang Rusuh, Dua Orang Tewas
(Ilustrasi TNI berjaga--- ANTARA/Paramayuda)

KERUSUHAN kembali terjadi di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung. Kerusuhan yang disebabkan perebutan lahan antardua kelompok massa di kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) itu mengakibatkan dua orang tewas serta seorang lainnya luka.

Hal itu dibenarkan Bupati Tulang Bawang Barat Umar Ahmad, Jumat (11/3) malam. Menurut Umar, kejadian tersebut begitu cepat dan saat ini sudah dilakukan upaya musyawarah dan perdamaian antarwarga yang bertikai.

"Pemkab Tulang Bawang Barat bersama pihak terkait sudah melakukan pendekatan terhadap pihak-pihak yang saat ini bertikai. Mudah-mudahan segera dapat selesai," aku Umar yang hingga malam ini masih berada di tempat kejadian perkara, tepatnya di Desa Gunung Terang.

Umar juga meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang tidak benar sehingga bisa menimbulkan persoalan baru. "Saya sudah mengingatkan, agar persoalan ini tidak disebarluaskan sehingga menimbulkan masalah yang lebih besar," imbuhnya.

Diakui dia, persoalan yang masih sangat serius di wilayahnya ialah persoalan tanah. Oleh karenanya, sejak awal dia bersama jajaran Pemkab dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) terus melakukan sosialisasi. Ia berharap silang sengkarut kepemilikan menjadi lebih jelas dan tidak menimbulkan kerusuhan.

Salah seorang tokoh masyarakat Tulang Bawang Barat, Muhammad Nuh Zainudin, mengatakan situasi saat ini di Desa Gunung Terang sudah mulai kondusif. Puluhan personel polisi dan TNI sudah mengamankan lokasi.

Nuh menjelaskan, kerusuhan bermula dari persoalan kasus perebutan lahan di tanah kawasan yang sudah lama terjadi dan dan hari ini menjadi puncaknya. "Persolannya sudah lama dan sekarang klimaks."

Hingga berita ini diturunkan, Polda Lampung belum dapat memberikan keterangan resmi atas peristiwa yang terjadi. Dua warga yang menjadi korban tewas dalam bentrokan itu juga belum dapat diketahui. (NV/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya