Banjir Bandang dan Longsor Terjang Sukabumi

Benny Bastiandy
11/3/2016 20:55
Banjir Bandang dan Longsor Terjang Sukabumi
(ANTARA)

BENCANA longsor dan banjir bandang menerjang sejumlah titik di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (11/3) petang hingga malam. Sedikitnya, empat rumah warga rusak akibat diterjang banjir dan material longsor.

Berdasarkan informasi, bencana yang menerjang Kecamatan Nyalindung bersamaan hujan deras sejak siang. Aliran Sungai Cimandiri meluap karena tidak mampu menampung volume air. Bersamaan dengan banjir bandang, tanah longsor juga terjadi dan menimpa badan jalan provinsi.

"Sampai sekarang kami masih melakukan pendataan. Di lapangan masih gelap gulita," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Usman Susilo saat dihubungi, Jumat petang.

Hasil pendataan sementara yang dilakukan personel BPBD Kabupaten Sukabumi, sebanyak tiga rumah di Desa Mekarsari dan satu rumah di Desa Nyalindung mengalami kerusakan sedang. "Tiga rumah yang berada di Desa Mekarsari kena hempasan banjir bandang. Sedangkan di Desa Nyalindung tertimpa tanah longsor. Penghuninya atas nama Ujin berusia 70 tahun dan istrinya terluka karena tertimpa reruntuhan bangunan rumah," tambah Usman.

Selain rumah, bencana tanah longsor juga menutup sejumlah ruas jalan provinsi dan jalan desa. Sedangkan jembatan Bojongkalong di Desa Mekarsari juga ikut hanyut terhempas luapan air Sungai Cimandiri. "Dari hasil pendataan sementara, tanah longsor menutup tujuh titik jalan provinsi, satu titik jalan desa, dan jembatan Bojongkalong terbawa hanyut tinggal tersisa separuhnya. Ada satu ekor sapi milik warga yang juga hanyut," ungkap Usman.

Penanganan sementara, lanjut Usman, BPBD masih mendata lebih lanjut titik-titik kerusakan akibat bencana tanah longsor dan banjir. Ia mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Barat untuk membersihkan material tanah longsor yang menutup ruas jalan provinsi.

"Material tanah longsor sedang dalam upaya pembersihan yang dilakukan Dinas PU Provinsi karena itu pengelolaannya dilakukan Provinsi Jabar. Untuk lebih jelasnya, nanti saya informasikan lagi karena sampai sekarang kami masih mendata," tandasnya. (BB/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya