Waduk Godang Diharapkan Mampu Mengairi 4.800 Ha Sawah

Widjajadi
11/3/2016 20:35
Waduk Godang Diharapkan Mampu Mengairi 4.800 Ha Sawah
(Istimewa)

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meninjau proyek pembangunan Waduk Godang Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (11/3), yang progresnya baru mencapai 24%. Ia berharap pada 2017 mendatang, waduk itu sudah rampung dan mampu mengairi sawah seluas 4.800 hektare (ha) di sebagian wilayah Kabupaten Karanganyar sisi tenggara serta sejumlah desa di Kabupaten Sragen.

Hujan rintik-rintik masih turun saat Presiden tengah bersiap meninjau proyek yang berada di kawasan hutan karet Sambirejo yang menjadi lokasi pembuatan waduk. Namun, Jokowi yang didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan Bupati Karanganyar Juliatmono, tidak menghentikan langkahnya, dan tetap menuju lokasi.

Seusai mendapatkan penjelasan dari Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Yudi Pratondo, Jokowi menegaskan bahwa pengerjaan waduk yang diproyeksikan mengairi sawah seluas 4.800 ha di dua wilayah kabupaten itu tidak meleset dari target. "Progres sudah 24%, dikerjakan tiga shift, selesai 2017," ujar Jokowi.

Kepala Negara memaparkan, percepatan pembangunan sejumlah waduk, termasuk Waduk Gondang, akan membuat petani lebih bergairah di dalam mengelola tanaman pangan, guna kepentingan kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

Sejak tahun lalu, pemerintah sudah bertekad memulai membangun 13 waduk, dan pada 2016 ini tambah lagi membangun 8 waduk. "Untuk sementara ini, di Kabupaten Karanganyar, diselesaikan dulu Waduk Gondang dulu. Tadi ada usulan dari Pak Bupati, soal Waduk Jlantah, ya nanti ditinjau," terang Jokowi.

Yang jelas, khusus proyek Waduk Gondang sudah dimulai sejak 2014 lalu. Proses pembebasan lahan milik warga juga sudah tuntas. Luas waduk tersebut mencapai 96,23 ha dengan luas genangan 52,36 ha. Volume tampung waduk mencapai 10 juta m3 dengan pasokan air baku mencapai 200 liter per detik dari Sungai Garuda.

Total, ada 244 pemilik tanah di tiga desa, yakni Desa Gempolan dan Desa Ganten, Kecamatan Kerjo, serta Desa Jatirejo, Kecamatan Ngargoyoso. Luas lahan yang dibebaskan tersebut mencapai 96,23 ha, meliputi 43,87 ha lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX. (WJ/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya