Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA cabai di Kabupaten Malang, Jawa Timur, mulai tidak stabil dan diprediksi akan melonjak beberapa hari terakhir. Penyebabnya stok mulai langka karena produksi menurun drastis sedangkan permintaan terus meningkat.
Kenaikan harga cabai diprediksi petani dan pedagang bakal terus berlanjut sampai menjelang Idul Fitri. Petani cabai di Karangploso, Kabupaten Malang, Agus Setiawan mengatakan produksi cabai memang sedang merosot. "Hasil panen petani kurang optimal lantaran cabai banyak yang busuk terserang penyakit cacar," tegasnya, Jumat (11/3).
Ia menjelaskan serangan penyakit tersebut dialami hampir seluruh petani di Jatim. Buktinya, banyak pedagang dari Kediri, Blitar, Surabaya dan Kota Malang, membeli cabai dalam jumlah besar di Kabupaten Malang. Hal itu menjadi indikator bahwa stok komoditas penyumbang inflasi daerah itu sedang langka.
Menurut sejumlah petani, tanaman banyak yang layu untuk selanjutnya mati. Kendati belum ada kasus gagal panen, namun hasil panen merosot drastis karena tanaman terserang penyakit cacar dan virus.
Karenanya sangat wajar harga cabai melonjak dalam beberapa hari terakhir, diprediksi terjadi sampai Idul Fitri. Pemicu utama karena stok tidak banyak sedangkan permintaan terus meningkat.
"Harga cabai tidak stabil, berubah setiap harinya. Perubahan harga mengarah pada terus melonjak," katanya.
Pantauan harga di pasar sayur Karangploso, Malang, menyebutkan cabai rawit dan cabai merah yang dijual pedagang terlihat banyak yang layu. Kebanyakan ada bintik hitam pada cabai sehingga mempercepat busuk. Bagi petani, kondisi itu dipengaruhi oleh cuaca panas tapi tidak berselang lama hujan deras.
Kendati demikian, harga cabai merah besar terus melonjak dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kg. Penaikan harga itu hanya selang beberapa jam. Demikian juga harga cabai rawit naik cepat dari Rp40 ribu menjadi Rp50
ribu.
Pedagang cabai di Pasar Karangploso Syamsul mengatakan kenaikan harga tidak bisa diprediksi. Hal itu dipengaruhi tingginya permintaan dari pedagang besar. Beberapa hari terakhir, pasokan cabai dari petani di pasar setempat langsung diborong pedagang untuk dijual lagi di sejumlah
daerah. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved