Atap Bangunan SD di Sukabumi Ambruk

Benny Bastiandy
10/3/2016 19:46
Atap Bangunan SD di Sukabumi Ambruk
(MI)

ATAP bangunan ruang kelas 5A di SDN Pondok Kaso Tengah, Jalan Cidahu KM 4 Kampung Bojongpari, Desa Jayabakti, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ambruk, Selasa (9/3) malam. Ruang kelas itu memang sudah terancam ambruk sejak tujuh bulan lalu sehingga harus ditahan menggunakan tiang penyangga.

Berdasarkan informasi, ambruknya atap bangunan itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Kelas itu sudah dikosongkan karena kondisinya sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar. Namun, ambruknya ruang kelas 5A mengancam ruang kelas 5B yang letaknya bersebelahan. Selama tujuh bulan terakhir, siswa kelas 5A belajar bergiliran dengan memanfaatkan ruang kelas 5B.

"Ambruknya pada Selasa (9/3) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Ketika itu saya mendengar suara benda jatuh. Ternyata atap bangunan kelas 5A ambruk," tutur penjaga sekolah, Zaenal Abidin, 46.

Zaenal membenarkan ruangan kelas itu sudah tak digunakan sejak tujuh bulan lalu lantaran kondisinya sudah tidak layak. Ia pun sudah ditugaskan untuk memasang kayu penyangga untuk menahan agar atap tidak roboh. "Tapi karena sering diguyur hujan deras, atap bangunan itu sudah tidak kuat lagi sehingga ambruk," terangnya.

Kepala SDN Pondok Kaso Tengah Ridwal Nurfalah mengatakan, kelas tersebut tadinya digunakan untuk siswa kelas 5A. Siswa terpaksa menggunakan kelas lain secara bergiliran. "Yang kami khawatirkan itu atap kelas 5B ikut ambruk karena masih satu atap dengan ruang kelas 5 A," katanya.

Pihak sekolah sedang mencari solusi agar atap ruang kelas 5B juga tidak ikut ambruk. Jika diizinkan, pihaknya bisa saja meminjam ruang kelas lain di sebuah madrasah diniyah. "Kami tidak berharap kondisi ini akan mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa," ujarnya.

Jumlah siswa di sekolah tersebut sebanyak 670 orang. Pihak sekolah sedang mengusulkan penambahan ruang kelas termasuk perbaikan ruang kelas rusak. "Jumlah ruangan kelas yang ada tidak bisa menampung lagi siswa yang jumlahnya mencapai 670 orang. Kita sudah laporkan kerusakan ruangan kelas itu ke Dinas Pendidikan," terangnya. (BB/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya